Pelayan Tidak Bisa Melayani

Ini pengalaman saya waktu saya selesai meeting dengan kolega saya di Citos, saya menyempatkan diri untuk melihat stand “Lady’s Day”. Karena memang tidak ada maksud untuk belanja, ya saya cuma sekedar lihat dan tanya.

Kejadian yang saya alami adalah ketika saya berhenti dan melihat-lihat di stand sepatu. Saya coba amati beberapa model, dan pada saat itu ada dua orang penjaga stand yang sedang ngobrol. Kemudian mereka seperti saling tunjuk dan kemudian salah satu dari mereka mendatangi saya.
Si mbak ini bertanya “boleh…bu?”
Saya hanya tersenyum menanggapi pertanyaan si mbak. Kemudian saya tanya beberapa hal, dan si mbak menjawab dengan ketus tanpa senyum. Lalu sambil mengucapkan terimakasih saya meninggalkan stand.
Baru satu langkah saya meninggalkan stand, si mbak tadi ngedumel (ngomong ke temannya)..”lu sih…gua bilang juga apa…gua udah bilang kalau ibu itu ga serius….”

Dalam hati saya geli dan sekaligus kasihan dengan pemilik stand tersebut. Seharusnya sebagai pelayan yang handal dia harus bisa membuat orang yang tidak serius menjadi serius atau tertarik untuk membeli.
Itulah masalah UKM…banyak pemilik yang tidak melatih atau membudayakan “ilmu bujuk” kepada para pegawainya. Istilah kerennya “seni menjual”.

7 thoughts on “Pelayan Tidak Bisa Melayani

  1. mbelgedez says:

    Wajar.
    Upah mereka dibawah UMR….

    🙄

  2. andibagus says:

    cempluk juga kurang seneng dan simpati kalo ada stan yang pelayanannya gak memuaskan termasuk kepada pelanggan..

  3. asukowe says:

    Harusnya sebelumnya setiap pegawai dilengkapi masing-masing dengan 1 botol minyak pellet, wajib dipakai ketika jaga stand🙂

  4. Seharusnya ada pengembangan pengetahuan & keterampilan karyawan.

  5. chocovanilla says:

    Yang begitu itu dipecat saja! Sama sekali gak ada naluri menjual.

  6. bune says:

    kayaknya perlu nih bikin pelatihan untuk karyawan-karyawan UKM..

    yuk…ada yang mau jadi EO nya ga?

    aku yang ngamen deh…

  7. Deddy Huang says:

    saya juga sering digituin, kadang kalo yang beli ntuh anak kecil, mereka lebih jutek lagi. Tapi temen saya malahan dikira ‘anak kecil’ waktu mau beli kain kebaya :p

    tapi, balik sama diri kita.. apa kita sendiri juga pelayan yang baik? maksudnya apa kita juga pernah kasih service yang baik sama klien kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s