Bolehkah Karyawan Mempunyai ‘Side Job’?

Kalau Anda seorang pemilik perusahaan, atau menjabat posisi manajer di suatu perusahaan bagaimana sikap Anda jika mengetahui bahwa bawahan Anda mempunyai pekerjaan lain selain bekerja pada Anda ?

Saya pribadi berpendapat bahwa itu boleh-boleh saja, dengan catatan tidak mengorbankan waktu, tenaga  dan pikiran yang sudah dia sepakati untuk dijual ke kita. Dijual… ?? Ya…ketika menerima seorang karyawan, maka di situ terjadi transaksi dan kesepakatan bahwa calon karyawan setuju memberikan waktu, tenaga dan pikiran nya untuk perusahaan kita. Sebagai imbalannya dia menerima “gaji” yang juga sudah sama-sama disepakati kedua belah pihak.

Saya pernah menemukan dalam salah satu perusahaan yang kebetulan di perusahaan tersebut saya dipercaya untuk mengelola, ada beberapa karyawan yang memiliki pekerjaan lain (hehehe….termasuk saya). Terhadap karyawan yang demikian, biasanya saya ajak bicara tentang bisnisnya dan saya memberi dia penekanan agar bisnis itu dikerjakan benar-benar di luar jam kerja. Saya beri dia tips yang bisa dia lakukan agar bisnisnya dan pekerjaannya bisa terselesaikan dengan baik.  Saya bisa memberi masukan karena saya mengalaminya dan sampai terakhir masa kerja saya di perusahaan tersebut, saya tidak pernah mengecewakan pemilik dan melunturkan kepercayaan yang telah diberikan ke saya.

Mengapa saya tidak keberatan jika ada karyawan atau bawahan yang memiliki usaha sampingan? Jawabannya adalah karena dari dalam diri mereka terdapat mental entrepreneur . Seorang entrepreneur adalah orang yang mempunyai visi, kreatif, inovatif, berorientasi pada laba, berorientasi pada pertumbuhan, berjiwa sosial, berani menanggung resiko, berjiwa kompetisi, tulus, menjaga reputasi,tidak mentuankan uang dan sanggup berteman dengan perubahaan.

Tapi …(masih ada tapinya)…kita sebagai pemimpin jangan lengah…karena biar bagaimanapun mereka telah menjual waktunya untuk kita. Pengawasan dalam bentuk pertanggungjawaban pekerjaan tetap harus ketat. Orang-orang seperti mereka jangan pernah dijadikan lawan karena jika mereka bisa tetap kita jaga justru dalam diri merekalah bisa diserahkan tanggung jawab yang lebih besar. Biasanya…mereka bisa mengatur sendiri waktunya dengan baik.

Salam entrepreneur

4 thoughts on “Bolehkah Karyawan Mempunyai ‘Side Job’?

  1. chocovanilla says:

    Menurutku sih boleh-boleh aja sepanjang bisnis yang dikerjakan tidak sama dengan tempat kerja kita. Karena bisa menjadi konflik kepentingan. Aku juga pengen cari kerja sampingan, nih! Hmm, kerja apa ya?

  2. FraterTelo says:

    Ya saya juga sependapat asalkan tidak mengganggu pekerjaan tetapnya. Yang penting pekerjaan tetapnya beres dan tidak alasan untuk tidak mengerjakan pekerjaan tetapnya.

  3. Setubuh… eh, setuju.
    Bener juga sih seperti kata Mbak Chocovanilla, yaitu jangan sampai terjadi konflik kepentingan (conflict of interest).

    Salam.

  4. Ferry ZK says:

    hayoooo sboleh pa nggak dan klo gak oleh gimana hayooo….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s