Anggaran Belanja Negara 50% ditarik di akhir tahun

Judul itu saya ambil dari berita pagi ini di radio. Sebenarnya ini terjadi bukan hanya tahun ini aja. Sudah sering kita dengar Departemen-Departemen dalam Pemerintahan menghabiskan anggaran di akhir tahun dengan membuat program-program yang aneh-aneh.

Sediiiiihhhh……deh!!!

Ya bagaimana ga sedih, sebenarnya para pejabat itu tau ga sih apa fungsi anggaran? Kalau ga tau saya beritau sekarang deh! Nih, fungsi anggaran itu adalah:

  1. Sebagai salah satu alat dalam menjalankan Manajemen Keuangan. Sebagaimana kita ketahui, ilmu dasar dari manajemen mengenal adanya POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Planning dalam anggaran adalah bahwa kita sudah merencanakan berapa yang akan kita keluarkan dan dari mana sumber dana yang akan digunakan. Organizing dalam anggaran adalah bahwa kita mengatur dana yang  masuk dan yang  keluar agar dapat memenuhi kebutuhan seluruh departemen. Actuating adalah menjalankan anggaran sesuai dengan prosedur yang berlaku dan pada periode tertentu dilaporkan realisasi penggunaan dan penerimaan dana. Controlling adalah kegiatan dimana kita melakukan kontrol atas apa yang sudah dianggarkan dibandingkan dengan realisasinya.
  2. Sebagai bentuk dari pertanggungjawaban kegiatan. Anggaran dalam hal ini pada tahap Planning, tentunya dibuat berdasarkan kegiatan apa yang akan dilakukan. Sehingga realisasi dari anggaran adalah merupakan realisasi dari rencana kerja yang sudah dibuat sebelum anggaran disahkan. Dengan demikian setiap departemen tidak asal-asalan dalam menentukan rencana kerjanya. Jika akhirnya anggaran itu tidak dipergunakan atau dipergunakan kurang atau lebih dari apa yang sudah direncanakan, tentunya memang harus dapat dijelaskan oleh penanggungjawab anggaran yaitu departemen yang terkait. Masalahnya para pengguna/peminta anggaran tidak mau bertanggungjawab dengan tulus.
  3. Sebagai tolok ukur dalam menentukan anggaran tahun berikutnya. Nah ini yang biasanya jadi bumerang. Dalam hal ini bukan serta merta anggaran tahun lalu sebagai dasar dari menentukan anggaran tahun ini. Jika hanya copy paste lalu menambahkan x% sebagai faktor penambah anggaran…yaa…sudah bisa dipastikan, tiap tahun anggaran belanja pasti naik dan kas negara tidak akan bisa surplus. Yang dimaksud sebagai tolok ukur dalam menentukan anggaran tahun berikutnya adalah pertanggungjawaban kegiatan dari penggunaan anggaran.

Masalahnya adalah banyak pejabat atau pelaksana anggaran kuatir kalau anggaran tidak dihabiskan, tahun depan anggaran itu tidak boleh diajukan lagi. Aneh kan? Kenapa harus kuatir? Yang salah siapa? Pejabat yang mensahkan anggaran atau pejabat yang menggunakan anggaran?

Sekarang coba pikir, kalau 50% anggaran terpakainya di akhir tahun…????? Buat apa? Padahal untuk mengeluarkan anggaran itu saja perlu proses panjang lebar yang harus mengacu pada  Keppres 80. Kalau sudah begitu apa yang terjadi? Praktek-praktek manipulasi apa yang bakal muncul???  Pikir sendiri aja…

Jadi saya sangat berharap, para pejabat kalau bikin program kerja tolong deh yang serius dan harus mengukur kemampuannya. Jangan bikin program kerja yang idealis dan heboh supaya kelihatan beken, tapi tidak punya sumber daya. Lebih baik program kerja dibuat tidak terlalu banyak sehingga dapat dijalankan dengan baik dari pada bikin program kerja seabrek tapi bingung mau merealisasikan.

Lalu, untuk pejabat yang mensahkan anggaran, tolong deh yang smart. Dan benar-benar teliti dahulu sebelum mensahkan. Cek bagaimana kinerja departemen di tahun sebelumnya. Cek bener-bener apakah program-program yang diajukan dapat dikerjakan oleh mereka?

Dan yang lebih penting  tolong deh… jangan habis-habiskan anggaran untuk hal-hal yang merugikan rakyat. Ingat, anda para pejabat pemerintah dan anggota DPR bekerja untuk kepentingan rakyat. Rakyat sudah menggaji anda melalui pajak dan tenaganya dengan harapan anda bekerja untuk menaikkan citra bangsa.

Duh…jadi ngomel panjang lebar. Habis sedih dan geram sih. Ya udah deh…semoga anggaran tahun 2008 lebih effektif dan effisien.  Semogaaaa…

3 thoughts on “Anggaran Belanja Negara 50% ditarik di akhir tahun

  1. Wah bener-bener menghamburkan uang negara/rakyat. Bagaimana Indonesia mau maju kalau pejabatnya kayak begitu?

  2. mbelgedez says:

    ke…ke…ke…
    Situ emang pinter ber Opini….
    Tapi sayah brani taruhan, kalok situ jadi mentri situ pasti copy paste jugak….

    Brani taruhan…???

    sori.
    bukan ngeremehin situ, bukan ndak percaya sama kemampuan situ,….

  3. bune says:

    wah..kayaknya mesti dibuktikan. Jadi aku harus jadi mentri dulu donk.
    Tapi ga usah kuatir, saat ini sudah terbukti kok kalau aku ga hoby copy paste… Aku membuktikannya lewat pekerjaan dan kegiatanku yang lainnya….hehehe…. yang pasti sih kemampuan ku ga bisa diremehin….

    Jadi…masih brani taruhan ga nih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s