Menjalani kehidupan bak melintasi jalan raya

Nyetir sepulang kantor trus ketemu macet trus ketemu sepeda motor yang hobi serabat serobot cukup bikin kepala tambah puyeng. Tapi ketika itu aku mencoba menikmati perjalanan dari kantor ke rumah dan mencoba membayangkan suasana jalan menjadi suatu cerita dan hikmah. Tiba-tiba aja aku berpikir bahwa kok sepertinya sama ya…nyetir mobil dengan menjalani kehidupan.

Menurut aku samanya itu begini,  yang mengendalikan hidup kita adalah kita sendiri sementara situasi diluar sifatnya given dan kita tidak bisa merubahnya. Jadi ketika kita nyetir atau naik sepeda motor kita sedang mengendalikan diri kita untuk mengatasi hal-hal yang terjadi selama kita melintasi jalan raya. Beberapa hal yang mungkin bisa jadi refleksi:

  1. Ketika kita kesal atau biasa saja atau menikmati ketika menghadapi situasi jalan yang ruwet atau orang lain yang tidak tepo seliro ; identik dengan ketika kesal atau biasa saja atau menikmati menghadapi berbagai persoalan dan orang-orang lain yang membuat kita kesal.
  2. Bis-bis besar yang sering seenaknya, aku bayangkan seperti orang-orang yang sok berkuasa, merasa dirinya hebat, merasa dirinya kuat dan tidak peduli dengan nasib orang lain.
  3. Motor-motor atau mobil yang selap selip seenaknya, aku bayangkan seperti orang-orang yang mau dianggap jagoan.
  4. Ketika jalan tiba-tiba macet, aku bayangkan bahwa seringkali kita terjebak dalam problema tetapi tetap masih berharap bahwa di depan sana ada jalan yang lancar. Karena kemacetan di satu titik adalah kelancaran di titik berikutnya.
  5. Ketika kita terlepas dari kemacetan, aku bayangkan bahwa kelegaan yang besar ketika kita dapat melalui suatu masalah.
  6. Ketika kendaraan kita mogok, aku bayangkan bahwa suatu saat kita juga bisa sakit dan perlu perawatan
  7. dan masih banyak lagi ketika, ketika, ketika yang bisa kita bayangkan.

Rasanya asyik gitu loh….membuat suatu imajinasi dari suatu ketidaknyamanan.

Silakan mencoba dan sharing..

6 thoughts on “Menjalani kehidupan bak melintasi jalan raya

  1. mbelgedez says:

    Motor-motor atau mobil yang selap selip seenaknya, aku bayangkan seperti orang-orang yang mau dianggap jagoan.

    Bukan nyindir boss Dewo, kan….???

    ***kabour…***

  2. Eh, aku nyetirnya ga ugal2an kok.

    (** membela diri **)

  3. Rasanya asyik gitu loh….membuat suatu imajinasi dari suatu ketidaknyamanan.

    Apalagi imajinasi yang hot-hot…

  4. bune says:

    hehehe..

    Iya bikin imajinasi yang hot-hot memang asyik kayak ngebayangi makan soto hot, bakso hot, hot dog, mi ayam hot ….

  5. fitri says:

    Aku setuju dengan perumpamaan diatas..
    sekarang tinggal gimana nyetirnya
    apalagi yg baru bisa nyetir, hati2….

  6. bune says:

    betul mba Fitri,
    kalau nyetir nya hati-hati, pasti orangnya juga hati-hati dalam menjalani kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s