Refleksiku: Tuhan menampar aku

Tamparan Tuhan kali ini sebenarnya bukan tamparan pertama. Tapi aku baru sadar bahwa aku sudah ditampar berkali-kali tetapi aku masih mencoba melawan. Sehingga tamparan kali ini aku rasakan sakit sekali. Tetapi aku tidak marah kok sama Tuhan, aku justru bersyukur dan merasakan bahwa tamparan Tuhan ini kurasakan juga sebagai manifestasi dari kasih sayang Tuhan yang begitu besar. Aku masih diberi kesempatan untuk bertobat dan dingatkan agar tidak bandel, tidak egois, patuh kepada rencanaNya dan tidak memutarbalikkan ajaranNya. Yang salah menurut ajaranNya harus kuterima dengan ikhlas hati dan tidak perlu ku olah dengan logika. Begitu juga ajaranNya yang benar yang sering ku anggap merugikan aku harus kupatuhi.

Terimakasih Tuhan, Kau tunjukkan dan Kau ingatkan siapa aku. Ampuni Tuhan semua kebebalanku. Utuslah Roh KudusMu menaungi aku, utuslah para malaikatMu menjaga aku. Jangan Kau pandang semua kesalahanku, namun pandanglah imanku akan Engkau. Buatlah hatiku menjadi tenang, sehingga aku mampu menjalani rencanaMu.

Amin.

3 thoughts on “Refleksiku: Tuhan menampar aku

  1. mbelgedez says:

    Memang kamu salah apa…???

  2. dewo says:

    Aku lebih bandel lagi…

  3. chocovanilla says:

    Beruntunglah Mbak, baru ditampar dah sadar. Aku dah digebuk tapi belon insap, he…he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s