Sepanjang Tol Cipularang

Pemandangan selama perjalanan ke kota Bandung memang sungguh menyenangkan terutama setelah kita berada di sepanjang tol Cipularang. Ada sawah yang tertata demikian bagusnya, ada perbukitan dengan pohon-pohon pinus, ada perbukitan dengan tanaman teh, ada perbukitan tanah kapur, ada rel kereta yang menghubungkan dari bukit ke bukit yang sudahberumur ratusan tahun yang dibangun begitu indah dan kokoh….ck..ck..ck..ck luar biasa indahnya Tanah Airku.

Sudah sering sih melewati tol Cipularang ini karena sekarang ini aku memang mondar-mandir Jkt-Bdg-Jkt, ngejar setoran ..(hihihi tapi bukan setoran trayek travel Cipaganti atau Xtrans lho… ngejar setoran dari client).Sayangnya disela-sela kekaguman dan kebanggaanku pada Tanah Airku tercinta Indonesia ini…selalu muncul kegalauan setiap kali melewati dan memandang tanah perbukitan yang semakin hari semakin “kroak”. Tau kroak kan?…habis gitu loh. Setiap hari pasti ada saja truk-truk tanah yang ngambil tanah dan dibawa ke suatu tempat entah dimana. Ke Kota kali ya… untuk bangun mal. Begitu juga dengan perbukitan kapurnya.Sebenarnya sih…boleh-boleh saja dan sah-sah saja sih memanfaatkan bumi ini untuk memaksimalkan penggunaan Sumber Daya Alam. Tapi yang sering terbesit dalam pikiranku…(karena aku tidak tau yang sesungguhnya jadi cuma bisa mem- pertanyakan).. gini, seluruh SDA di Indonesia ini kan milik Negara, dikuasai Negara untuk hajat hidup orang banyak… (pasal 33 UUD 45) ingat kan? Bener nggak? Tapi pertanyaanku bukan ingat atau benar nya…gini deh singkatnya (nulis aja kok belepotan gimana ngomongnya…hehehe)

  1. Kontraktor atau Developer atau siapa saja yang memanfaatkan SDA khususnya tanah yang aku maksud di atas, bayar ngga? –> –>enak bener kalau gratis. Lha wong saya mbangun rumah aja untuk uruk tanah saya beli kok.
  2. Kalau bayar, kemana dan ke siapa?
  3. Kalau ke pemda, uangnya masuk ke siapa?
  4. Kalau masuk ke kas pemda sebagai pos apa dan masuk semua ngga?
  5. Hitung-hitungan harganya bagaimana?
  6. Kalau tanahnya habis bagaimana?

Semoga saja pertanyaanku tersebut jawabannya semua positif, maklum aku kan bukan orang pemda dan ngga punya teman orang pemda. Maksudku kalau memang itu dijual secara legal dan masuk ke Kas Negara ‘utuh’ lalu dananya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat juga dipikirkan mengenai akibat yang ditimbulkan jika tanah perbukitan tersebut semakin terkikis habis… ya oke saja. Tapi kalau tidak…ya mohon diperbaiki.

Hal yang sama berlaku juga untuk pasir, kayu dan batu..yang ada di daerah-daerah lain.

6 thoughts on “Sepanjang Tol Cipularang

  1. Ferry ZK says:

    hehehe ga mo jawab cuma mo bilang bune romantis juga yaaa hihihihi… idem gw juga klo lewat cipularang punya perasan gicu and biasanya seh jd inget waktu kuliah dulu di YK hihiihi banyak kenanganya boooo…

  2. mbelgedez says:

    Aku belum pernah lewat tol Cipularang….

    (hiks….hikss…. sedih,…. )

  3. Bune says:

    hhmmm…kenangan yang paling berkesan apa chuu..
    boleh donk cerita.
    Tapi memang dari perjalanan kebeberapa daerah, menurutku sepanjang tol cipularang ini view nya yang paling beda. Kalau orang luar negri bilang…berasa di luar negeri…hehehe… ya iyalahhh

  4. Bune says:

    Shok atuh … mas mBel lewat Cipularang segera, sebelum tanahnya pada abis..
    Pakai motor yang lagi dipake itu juga oke kok…

    hahahahhaha

  5. so_cute says:

    Ane pernah lewat cipularang, bagus.. bagus… tapi jadinya koq serem ya…. malah mikir gini: Ini koq ada jalan di antara bukit, apa ga ambles ya….. gimana ya kalo tiba2 ambles pas mobil2 lagi pada kenceng… kayak film Speed 1, waktu adegan Anny lagi bawa bis dengan kenceng.. tiba2 terpotong jalan ditengah2… uhhh srammmm
    Tapi soal tanah, gimana kalo suatu saat kamu temuin aja orang yang lagi pada nggali.. tanyain siapa kontraktornya…. pasti ketemu dehh jawabnya..

  6. mbelgedez says:

    ini kemana juragannya yaa…??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s