Siapa mau dikritik?

Kalau pertanyaan itu dilemparkan kepada kita, pasti dengan mudah kita bilang “Saya mau dikritik!”. Memang mudah sekali kita bilang begitu, tapi pada saat kita benar-benar diberi kritik belum tentu kita bisa menerima dengan lapang dada. Apalagi kalau kritik itu dilemparkan ke kita di depan banyak orang dan juga dengan nada atau kalimat yang tidak enak. Dan lebih parah lagi kalau kritik itu diberikan ke kita untuk suatu hal yang baru saja terjadi.

Misalnya pada saat kita ribut atau berargumentasi dalam rapat, lalu terjadi suasana panas dalam rapat. Trus, selesai rapat teman kita mengkritik cara kita berargumentasi…. hhmmmm…yakin dan hakul yakin deh….pasti kita tidak bisa terima kritik itu.

So, kalau kita mau mengkritik yang tidak bakal menimbulkan konflik harus pandai-pandai lihat suasana hati yang mau dikritik. Karena kalau sampai konflik kan tujuan kritik kita tidak bisa tersampaikan.

8 thoughts on “Siapa mau dikritik?

  1. mbelgedez says:

    Walah, sori kepencet.lagi adaptasi ‘MAINAN” baru.
    Begene yah, kalo gw yang mengalami hal seperti yang loe posting, gw akan bilang, “kritik loe ga bisa ditrima. rapat sdh usai….”

    gimane ???

  2. lyntrias says:

    Boleh juga… kalau dia mau kritik mending rapat lagi aja ya… huahahahaha

  3. Ferry ZK says:

    Bune tiap – tiap individu memiliki ego, bohong besar kalau bilang mau dikritik, kalo ada yang bilang mau dikritik mungkin maksudnya mau diberi masukan yang tidak memojokan, klo memojokan katanya bukan kritik tapi mencari – cari kesalahan hi… hi…

  4. alex says:

    Saya tidak mau dikritik!™
    Saya maunya kripik:mrgreen:

    *OOT*

    Ehm… benarnya Ferry ZK *lirik komen di atas* udah gambarin dengan lugas. Demikianlah…

    Cuma kritik ini, mau ndak mau-suka ndak suka, gak akan bisa dihindari. Sepintar apapun berkelit, mencari dalih, atau pembenaran, jika belum bisa menyikapi dengan bena… ya tetap saja kritik akan ada…

    *makan kripik*😎

  5. dewo says:

    Dikritik kok marah. Seharusnya kan terima kasih.

  6. Bune says:

    Tergantung cara ngritiknya PakDe…
    Tapi setuju….enakan makan Kripik daripada makan Kritik…

    Nyam…nyam…

  7. aya says:

    mungkin perlu membuat secara spesifik kritik itu apa, tujuan, sasaran dan hakikat, serta cara mengkritik. dengan mengetahui secara utuh barangkali akan lebih jelas dan mengena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s