Memberi Discount Tanpa Diminta

Hari Minggu kemarin, aku seharian menjaga toko sepatu yang sudah aku mulai sejak sebulan yang lalu. Selama sebulan toko itu berdiri, aku baru kali ini menjaga toko sehari penuh dari pagi hingga malam.

Lumayanlah, pada hari itu banyak yang datang melihat model, mencoba, bertanya walaupun tidak membeli. Hari itu aku dibantu oleh salah satu karyawan tokoku. Sambil menjaga aku mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat administrative untuk toko, rumah maupun pekerjaan kantor.

Selagi aku asyik bekerja, ada yang calon pembeli yang datang seorang bapak (aku tidak tidak melihat langsung, hanya dari suara). Si Bapak tersebut mencari sepatu kets no. 40. Rupanya dari model yang dia inginkan nomor tersebut tidak tersedia. Karyawanku mencoba menawarkan model yang lain, tapi rupanya dia tetap ingin model itu dan ingin coba 1 nomor dibawahnya.

Karena si Bapak kelihatannya kesulitan, aku mencoba membantu. Akhirnya aku keluar dari ruang lain ke ruang toko. Aku cukup terperanjat karena ternyata si Bapak tersebut memiliki kaki yang tidak sempurna. Kedua kakinya bengkok ke dalam dan berukuran kecil, dengan tulang yang menonjol di posisi kaki atas. Aku lihat bahwa sepatu yang dicobanya akan sangat menyiksa dan bisa langsung rusak kalau dia memaksakan diri membeli sepatu itu.

Akhirnya aku mencoba mencari sepatu lain yang menurutku lebih nyaman. Akhirnya aku coba menawarkan model lain dengan nomor 41. O ya…selama ini si Bapak tersebut memakai no. 40, dan sepatu yang dipakainya sudah sangat butut. Ternyata dia senang dengan pilihan yang aku tawarkan karena model dan ukuran itu bisa memenuhi kebutuhan kakinya yang tidak normal itu.

Melihat penampilannya sebenarnya aku tidak tega menawarkan sepatu tersebut karena perbedaan harganya cukup tinggi dengan sepatu yang dia kehendaki tetapi nomor tidak ada. Dia memang membutuhkan sepatu baru karena sepatunya yang lama sudah hampir jebol dan malam itu juga dia harus pulang ke Lampung karena urusan keluarga. Untuk pulang ke Lampung pun si Bapak harus nyambung beberapa kendaraan karena cari yang murah.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya apa pekerjaannya sehari-hari. Ternyata si Bapak adalah penjual gado-gado di dekat tokoku. Duh…aku semakin trenyuh, akhirnya aku minta karyawanku untuk memberikan discount 10% dengan alasan ’tetangga’.

Kalau melihat orangnya, si Bapak bukan model orang yang ingin dikasihani, jadi aku pikir supaya tidak menyinggung perasaannya aku beri saja discount.

4 thoughts on “Memberi Discount Tanpa Diminta

  1. dewo says:

    Aku kok ngga dikasih diskon?

  2. lyntrias says:

    Hihihi….kamu kan berfisik normal. Sedangkan si bapak tersebut cacat. Apakah dikau ingin dicacati…??? Husshh!!!…ngawur ya…
    Iya deh…kalau beli lagi nanti aku kasih diskon..

  3. Ferry ZK says:

    hmmmm… kalau aja semua penjual seperti dirimu…

  4. Bune says:

    hehehe….kalau banyak yg seperti diriku para pembeli akan sangat berbahagia ya…

    ge er ….. kabooorrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s