Kebutuhan untuk dibutuhkan

Setiap orang pasti akan merasa bahagia bila keberadaannya diakui dan dibutuhkan. Saya rasa itulah satu-satunya hal yang membuat seseorang bertahan untuk tetap menjalani kehidupan.

Mengenai hal ini, saya pernah mengingatkan kepada salah seorang teman saya yang terpilih lagi sebagai Ketua Pengurus Organisasi Wanita Katolik RI Cab. St. Leo Agung-Bekasi. Di kepengurusan yang lama saya dipercaya sebagai sekretaris organisasi dan di kepengurusan yang baru saya pun diminta beliau lagi untuk menempati posisi sekretaris organisasi. Sebelumnya saya menolak karena saat ini saya masih disibukkan oleh hal-hal baru yang sangat menyita perhatian dan waktu saya. Tetapi akhirnya saya terima lagi karena beliau belum mendapatkan personil lain yang sesuai.

Pada saat perbincangan siapa yang bisa menempati posisi sekretaris dan beberapa posisi pengurus bidang, saya mengusulkan beberapa nama Ibu. Beliau sempat mengatakan bahwa beberapa Ibu yang sudah masuk dalam kelompok umur lansia jangan dipakai lagi. Tetapi saya ingat mengenai hal “perasaan dibutuhkan”. Saya katakan kepada Ibu Ketua, justru karena sudah lansia kita harus memanfaatkan mereka. Saya mengingatkan bahwa kita semua akan menjadi tua, dan saya melihat Ibu-Ibu yang sudah dalam umur lansia tersebut masih sangat aktif dan senang dilibatkan mengerjakan program-program kerja Wanita Katolik RI yang seluruhnya praktis merupakan kegiatan sosial.

Selain itu saya juga pernah ngobrol dengan salah seorang rekan sekerja saya seorang Ibu yang sudah berumur hampir 70 tahun, tetapi masih membaktikan dirinya sebagai Sales Manager. Beliau bilang bahwa banyak orang yang mengatakan supaya dia istirahat. Tetapi dia mengatakan, bahwa dia masih punya tanggung jawab untuk membiayai dua orang cucunya. Dan dia mengatakan dengan ini dia merasa bahagia karena masih dibutuhkan. Memang dia tidak dapat menikmati masa tuanya dengan bersantai dan bersenang-senang karena masih banyak hal yang harus dia kerjakan.

Bisa dibayangkan bila kita berada di suatu lingkungan dimana tidak ada yang meminta kita melakukan sesuatu dan kita melihat bahwa tidak ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk lingkungan dimana kita berada.

Bagaimana rasanya…?? Pasti kita ingin segera lari dari lingkungan tersebut dan mencari lingkungan baru dimana kita dibutuhkan. Atau bila kita tidak bisa mencari lingkungan baru, kita akan merasa bahwa lebih baik kita meninggalkan dunia ini. Oh..!!! tolong… jangan sampai deh.

Jadi, mari kita perhatikan orang-orang yang terdekat dengan kita…terutama orang tua kita…pernahkah kita mengabaikan mereka sehingga mereka merasa tidak lagi dibutuhkan oleh anak-anaknya?

One thought on “Kebutuhan untuk dibutuhkan

  1. Jadi ingat Pak Dharmo yg sudah 80 tahun tetapi masih aktif ya? Malahan membuat buku yg bagus di usianya yg ke-80. Baca: Menjadikan Hidup Penuh Makna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s