Surat dari Seksi Kerasulan Keluarga (bagian 1)

(Disalin dari Berita Paroki St. Leo Agung – Jatibening)

Tulisan ini saya salin karena saya tidak ingin kehilangan wejangan ini. Semoga bermanfaat bagi yang membaca blog saya.

Para pasangan suami-isteri yang terkasih, pada saat Anda menikah tentu ada harapan yang terselip dalam hati dan pikiran kita, yang nantinya akan terjadi setelah hidup berumah tangga. Seolah-olah perbedaan dalam diri setiap pasangan dapat diluluhkan secara otomatis dengan jalannya waktu dalam perkawinan. Apalagi ada keyakinan bahwa setelah perkawinan, perasaan cinta yang telah menyatukan mereka akan menguasai diri dan serentak akan menggusur perbedaan di antara mereka. Namun bagaimana kenyataannya?

Ternyata harapan itu bukan realitas yang ada dalam hidup sebagai suami-isteri. Perbedaan itu justru semakin jelas, menguat, bahkan memperuncing konflik. Dan yang sering ditemukan dalam keluarga-keluarga adalah komentar para isteri yang mengatakan bahwa suaminya tidak mau mendengarkan dia. Dan komentar para suami yang mengungkapkan, bahwa isterinya mau selalu berusaha mengubah dirinya. Komentar-komentar atas perlakuan pasangan itu tidak akan dapat diperdamaikan tanpa adanya saling memahami, saling mengerti dan saling percaya satu dengan yang lain.

Pasangan suami-isteri memang sudah semestinya melihat bahwa diri mereka berbeda, suami dan isteri mempunyai sisi yang selalu bertentangan. Kita selalu mengidealkan pasangan kita semakin serupa dengan kita. Kita mengharapkan pasangan kita untuk menginginkan segala hal yang kita inginkan, dan ikut merasakan apa yang kita rasakan. Tetapi mereka lupa bahwa diri mereka berdua bersatu dalam perbedaan. Lalu timbul pertanyaan, bagaimana hidup dalam perbedaan ini mereka justru bisa melengkapi satu dengan yang lain?

Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah kita mengetahui apa yang diharapkan oleh pasangan kita. Sebab biasanya pria akan memberikan apa yang diinginkan kaum pria, dan perempuan akan memberikan apa yang diinginkan kaum perempuan. Sehingga kesalahpahaman menjadi berkembang.

(bersambung…..)

One thought on “Surat dari Seksi Kerasulan Keluarga (bagian 1)

  1. dewo says:

    Kok bersambung? Kutunggu sambungannya Can.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s