Cintakasih dalam perkawinan

Halo Pembaca yang budiman,

Lagi lagi saya bicara tentang Misa Pemberkatan Pernikahan. Sabtu, 2 September 2006 kemarin, saya menghadiri lagi Misa Pemberkatan Pernikahan. Kali ini yang dibahas mengenai hakekat Cinta dalam perkawinan. Misa dipimpin oleh P. Martinus Hadiwijojo. Dalam wejangannya untuk mempelai dan untuk kami yang hadir, dikatakan bahwa begitu janji diucapkan di depan Imam dan para saksi, saat itulah kedua mempelai menyatakan kesanggupannya untuk tidak lagi melihat kepentingan diri sendiri, melainkan kepentingan pasangannya dan anak-anak yang dianugerahkan nantinya. Setiap apa yang dilakukan semata-mata adalah untuk kebahagiaan pasangannya.

Syukur kalau nantinya setelah berjalannya waktu, pasangan suami istri ini masih bisa terus menjaga getar-getar cinta seperti yang dirasakan saat ini. Tetapi nantinya setelah hidup bersama semuanya akan terasa biasa saja dan keegoisan satu sama lain mulai terlihat.

Jadi hendaklah setiap pasangan meneladani Cinta yang diajarkan oleh Yesus. Yesus tidak pernah berkorban untuk dirinya sendiri dan membiarkan orang-orang menderita. Yesus rela berkorban karena Dia ingin kita bahagia, Dia ingin kita selamat.

Semoga kita semua terutama yang sudah berkeluarga hendaknya selalu memohon rahmat Cintakasih seperti yang diajarkan Yesus Kristus.

One thought on “Cintakasih dalam perkawinan

  1. dewo says:

    Iya yah…
    Harus ikut ME (marriage encourage) kali? Supaya getar2 cinta dapat timbul lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s