Penerimaan negara di sektor Fiskal

Tulisan di detik.com tentang baru hanya 2% SPT yang diperiksa cukup menggelitik untuk dikomentari. Disebutkan bahwa negara kita baru memiliki 3000-4000 auditor. Kalau setiap auditor hanya mampu mengerjakan 2% dari 100% populasi maka jumlah auditor yang diperlukan untuk menggarap 100% populasi adalah 150000-200000 auditor. Itu untuk seluruh Indonesia lho!!! Jadi kalau dibagi dalam 26 propinsi maka setiap propinsi memerlukan 5700-7700 auditor.

Saya tergelitik untuk mengomentari hal ini karena pengangguran di Indonesia yang berpendidikan sarjana diketahui ada kurang lebih 4juta sarjana. Sungguh mengherankan kalau Indonesia sampai kekurangan auditor. Kalau pemerintah mau, khususnya Departemen Keuangan atau Dirjen Pajak kan bisa mendidik 4juta sarjana ini untuk menjadi auditor. Kalau semua auditor harus lulusan STAN ya memang repot karena untuk masuk STAN saja saringannya sangat ketat (itu dulu tahun 1986-1987).

Menurut saya untuk mendidik seseorang menjadi auditor tidaklah sulit dan saya yakin diperlukan hanya 1,5 tahun untuk yang tidak memiliki background accounting dan 6 bulan untuk yang sudah memiliki background accounting. Yang penting, setelah pendidikan teori mereka langsung ditempatkan untuk menangani kasus-kasus kecil. Biaya pendidikan harus murah supaya tidak ada tuntutan pribadi supaya investasi kembali (tidak korupsi gitu loh).

Audit pajak tidak sulit kalau semuanya didasarkan pada teori pajak bukan pada teori “X”. Buat sistem audit yang jelas dan tidak ruwet.

Alternatif lainnya yang bisa ditempuh adalah

  • Serahkan audit pajak pada swasta yang ditunjuk sebagai subcon Dirjen Pajak. Tidak harus di audit oleh Dirjen Pajak.
  • Segera selesaikan Sistem Informasi Pajak yang intergrated, sehingga pada saat Dirjen Pajak melakukan entry data dapat terdeteksi langsung adanya ketimpangan laporan.

Saya yakin dengan demikian penerimaan pajak akan lebih melampaui target atau DepKeu akan dapat menetapkan target lebih tinggi dari target yang sekarang. Pemikiran ini sederhana karena memang tidak perlu dipikir njelimet. Yang penting semua harus dikerjakan dengan ikhlas dan tidak mau disuap atau tidak minta disuap.

Penerimaan pajak melampaui target

Duh! Hanya 2% SPT yang diperiksa

One thought on “Penerimaan negara di sektor Fiskal

  1. dewo says:

    Kalau bisa dibuat sulit mengapa harus dibuat mudah?
    (*** kabur ***)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s