Indonesia Berduka Lagi

Belum lagi selesai merehabilitasi Daerah Istimewa Aceh setelah porak poranda akibat Tsunami akhir tahun 2004 yang lalu, Daerah Istimewa Jogjakarta dihantam gempa bumi yang memporakporandakan kota seni tercinta tepatnya tanggal 25 Mei 2006 pukul 5.53 saat belum seluruh penduduk Jogjakarta terbangun dari tidurnya. Ribuan nyawa pun terenggut dengan cepat.

Menyaksikan kejadian itu sungguh membuat hati ini kecut. Betapa manusia tidak berdaya bila Sang Pencipta menunjukkan KekuasaanNya. Siapa yang menyangka bahwa malam tanggal 24 Mei 2006 adalah tidur yang terakhir bagi mereka yang telah tiada. Siapa yang menyangka bahwa malam itu adalah malam terakhir mereka menikmati kebersamaan. Siapa yang menyangka bahwa mereka akan menahan lapar dan haus setelah mungkin malam tanggal 24 Mei mereka menikmati makanan yang lezat.
Dua Daerah Istimewa di Indonesia telah diistimewakan pula dengan kejadian yang memilukan hati. Entah kebetulan atau mungkin memang telah ditentukan oleh Yang Kuasa bahwa daerah yang dilanda musibah keduanya merupakan Daerah Istimewa. Terlintas dalam pikiran saya…Bagaimana dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta? Semoga DKI Jakarta tidak mendapatkan kejadian yang khusus.

Yang jelas melalui peristiwa besar ini, seolah-olah Tuhan ingin mengingatkan kita lagi akan arti kehadiranNya dalam kehidupan umat manusia. Manusia memang seringkali melupakan Tuhan bilamana sedang berjaya. Manusia memang seringkali mengandalkan ego dan kekuatannya sendiri.

Semoga dengan ini semua kita dapat mengambil hikmahnya dengan senantiasa mensyukuri atas karunia yang kita terima. Mensyukuri bahwa kita masih diberi kesempatan untuk bangun dari tidur kita, untuk menikmati udara sejuk, untuk berkarya, untuk makan dan minum, untuk berteman, dan banyak lagi hal-hal yang sepertinya sudah menjadi rutinitas. Karena setiap hati kita menerima kesempatan itu, kita seringkali bersikap "take it for granted" , kita menganggap hal itu biasa dan memang sudah seharusnya demikian. Tetapi bila kita mengalami bahkan hanya dengan menyaksikan kejadian bencana alam di kedua DI tersebut, kita dapat merasakan betapa murah hati Tuhan.

Marilah kita senantiasa memanjatkan doa agar Tuhan sudi membebaskan negara Indonesia tercinta dan dunia pada umumnya dari segala keserakahan dan nafsu duniawi. Semoga segera tercipta Damai di Hati segenap bangsa Indonesia. Semoga dengan hari raya Pentakosta, Roh Kudus sungguh hadir menerangi hati setiap orang. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s