Menyikapi RUU APP

Terus terang saya ini bingung dengan pro dan kontra RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang sudah kurang lebih sebulan belakangan ini diperbincangkan.

Mungkin saja saya yang ketinggalan berita, tetapi sungguh saya tidak tau apa sesungguhnya isi dari RUU tersebut dan apa yang disetujui dan tidak disetujui dari isi RUU tersebut.

Sebagian hanya mengulas arti dari Pornografi dan Pornoaksi, juga mengenai Lembaga yang akan menindak pelanggaran UU APP. Tapi esensinya apa saya belum mengerti. (Belum ngerti kok nulis di blog ya? :-))

Baca sendiri aja ya?….

RUU Antipornografi Direvisi

RUU APP Harus Dikembalikan ke Asumsi Dasar Nilai Kebebasan
RUU APP Harus Akomodasi Seluruh Kepentingan Masyarakat

Pemerintah: Seluruh Pasal RUU APP Harus Disempurnakan

MUI: Pakaian Pertontonkan Aurat, Simpan di Museum

Ada yang bilang RUU APP tersebut justru melindungi perempuan tapi ada juga yang bilang justru memojokkan perempuan. Tapi isi sesungguhnya apa???

Lepas dari ketidakmengertian ini, saya mencoba menyampaikan sikap saya tentang Pornografi dan Pornoaksi terlepas dari RUU tersebut.

Menurut saya suatu UU atau Peraturan diperlukan sebagai guide line. Tuhan melalui Nabi Musa juga memberikan suatu UU yang sifatnya mutlak yaitu The Ten Commandments. Mengapa Tuhan memberikan hukum itu. Semata-mata karena Tuhan melihat bahwa tingkah laku ciptaan-Nya semakin tidak menyenangkan di mata Nya. Tuhan memberikan hukum itu supaya manusia kembali ke jalan yang diinginkanNya.

Pada akhirnya yang menjalankan UU atau Peraturan adalah manusia. Manusia diberi akal dan budi melebihi segala ciptaan Tuhan lainnya. Manusia diberi kelebihan untuk mempertimbangkan mana yang baik dan mana yang buruk. Apakah semua manusia menjalankan hukum Tuhan tersebut? Tidak 100% bukan? Manusia yang menjalankan hukum Tuhan adalah manusia yang menghormati dan memuliakan Sang Pencipta.

Jadi, yang terpenting adalah apakah kita menghormati dan memuliakan Sang Pencipta dan Ciptaan-Nya? Orang-orang di sekeliling kita adalah Ciptaan-Nya yang Agung dan mulia. Menghormati dan memuliakan Sang Pencipta berarti menghormati dan memuliakan Ciptaan-Nya. Bila rasa hormat itu ditanamkan dalam diri setiap orang dan dimulai dari diri kita sendiri, tidak akan muncul rasa dibedakan, dilecehkan, diperlakukan tidak adil dan perasaan negatif lainnya. Sayangnya tidak semua manusia memiliki rasa hormat pada dirinya.

Apa yang saya tulis ini tidak berarti bahwa saya menganggap RUU APP itu benar dan setuju untuk disahkan. Lha wong…saya tidak tahu persis isinya. Dan ini pula tidak berarti bahwa saya menganggap para anggota DPR benar dan suci sehingga mereka membuat RUU ini…lha wong…saya tidak kenal mereka…iya tho.

Akhirnya yang saya harapkan adalah bahwa disahkan atau tidak RUU ini, hendaknya semua didasari oleh sikap kasih dan saling menghargai, menghormati dan memuliakan satu sama lain.

2 thoughts on “Menyikapi RUU APP

  1. dewo says:

    Oh… mindahin dari blogspot ya? BTW, ada kemajuan: sudah bisa motong tulisan ke halaman selanjutnya😀

  2. andre says:

    aku se7 aja dengan ruu app

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s