Brave Heart Selling

Hari ini aku mengikuti seminar sehari yang berjudul Brave Heart Selling. Suatu seminar yang dikemas dengan baik dan menarik, sehingga menimbulkan situasi emosional bagi peserta. Seminar ini diadakan oleh SRI (Sukses Regional Indonesia) dengan pembicara sekaligus trainer Bp. Jakoep Ezra.
Bp. Jakoep Ezra seorang pembicara yang professional. Dengan gayanya yang sederhana dan bahasa yang lugas yang diwarnai dengan kerendahaan hati, sungguh membawa peserta pada suasana seminar yang akrab dan interactive.

Brave Heart Selling merupakan suatu motivasi untuk para sales executive agar memiliki keberanian dalam menawarkan produknya. Di sini dibangun suatu sikap yang tangguh sebagai seorang sales. Dalam seminar ini di putar cuplikan movie dari Brave Heart itu sendiri yang dibintangi oleh Mel Gibson. Movie ini dijadikan inspirasi untuk menjadi seorang yang tangguh dan mempengaruhi serta menggerakan tim.

Yang sangat berkesan bagiku dalam seminar ini adalah simulasi yang dibuat oleh tim SRI yang sangat sederhana namun efektif. Untuk membuang ketakutan yang sesungguhnya kami miliki yang diketahui dari questionair Fear Factor kami diminta menulis dalam kertas kecil lalu melakukan self talking. Dari questioner tersebut ternyata saya memiliki ketakutan “Takut Gagal” tapi dalam batas normal yang artinya ketakutan tersebut tidak sampai mengganggu. Self talk ku adalah “Lina, mulai sekarang kamu tidak perlu takut gagal, karena gagal adalah batu loncatan menuju kepada kesuksesan, bangkit dan lakukan lagi dengan perbaikan”. Kemudian peserta diminta memasukkan kertas itu kedalam balon dan berdiri di atas tempat duduk masing2. Kemudian dengan berdiri di atas tempat duduk masing-masing, peserta diminta untuk meniup balon sampai pecah dengan memusatkan pikiran bukan pada balonnya tetapi pada tujuan untuk membuang isi dalam balon tersebut.

Simulasi berikutnya yang terkesan adalah simulasi untuk membuang satu sifat terburuk yang merupakan tantangan team sales. Dari sepuluh macam tantangan tersebut aku memilih “Tukang Mimpi”. Memang aku mempunyai sifat itu. Senengnya ngimpiin macam-macam. Walaupun aku tahu bahwa bukan tidak mungkin dream itu menjadi kenyataan. Tapi memang aku senengnya mimpi menjadi ini, itu , pengen ini itu dan ngga ada yang fokus dan belum ada yang diwujudkan. Boleh mimpi tapi jangan jadi Tukang Mimpi. Kemudian perserta diberi sebatang pensil dan diminta menulis sifat buruk yang merupakan tantangan tersebut. Lalu peserta diminta untuk mencari pasangan. Secara bergantian yang satu memegang dan yang satu mematahkan. Peserta diminta mematahkan pensil tersebut dengan satu jari.
Di sini dibutuhkan suatu keyakinan dan konsentrasi yang baik untuk bisa mematahkan pensil tersebut. Peserta diminta untuk secara emosional mengatakan bahwa yang “dipatahkan” bukanlah pensil tetapi sifat buruk tersebut. Aku mengalami kesulitan untuk mematahkan pensil tersebut. Aku mencoba konsentrasi tapi tidak bisa. Terus terang pada awalnya aku ragu…apakah aku bisa mematahkannya. Sampai empat kali aku tidak berhasil. Jariku sakit sekali. Peserta lainnya semua bisa, kecuali aku. Lalu mereka diminta memberi semangat agar aku bisa. Akhirnya dengan memantapkan keyakinan dan konsentrasi serta menyalurkan tenaga dengan benar, akhirnya aku berhasil mematahkan pensil tersebut dan kuyakini bahwa itu juga mematahkan sifat buruk sebagai Tukang Mimpi yang bisa menghalangi kemajuanku dan kemajuan tim. Ternyata setelah selesai acara, banyak yang bilang deg-degan pada saat mereka memberi semangat untuk aku. Begitu aku bisa mematahkan, semua peserta teriak kegirangan.
“Ragu-ragu” memang salah satu kelemahanku yang pada sesi sebelumnya sudah aku tuliskan pada waktu peserta diminta untuk menuliskan 2 kekuatan dan 1 kelemahan yang dimiliki. Jadi itu pula menjadi penyebab aku tidak bisa mematahkan pensil karena aku pada mulanya sudah ragu terlebih dahulu.

Itulah sebagian catatan dari seminar yang ku ikuti. Sukses buat SRI dan Bp. Jakoep Ezra.

6 thoughts on “Brave Heart Selling

  1. Hebat-hebat, kamu harus sering mengikuti program2/seminar2 sejenis. Supaya kamu semakin matang.

  2. solomon says:

    Hebat-hebat juga, lumayan nih banyak kemajuan ya. Kapan di sharingkan di ‘Sales-MarketingGroup?

  3. Toho Sitorus says:

    Luar biasa dan mengagumkan , terima kasih untuk sharingnya.Semoga tambah kuat dan sukses.Salam hormat

  4. samiton pangellah says:

    Terima kasih sharingnya.. Saya menjadi semakin yakin kalau simulasi itu bermanfaat. Memang pengalaman emosional memecahkan balon sangat memberi dampak kepada pelakunya. Waktu simulasi ini saya pakai untuk pertama kalinya, dalam training “MarkeTHINK for non Marketers” bagi Charoen Phokphand (2004).
    Be Strong!

  5. okhicua says:

    Luar biasa..!!

  6. romypsm says:

    Slamat malam. Mantap postingannya. Saya mau posting Braveheart selling jd di blog saya, soalnya jg pernah mengikuti seminar BRAVEHEART selling, ga pa kan? Mungkin dengan gaya bahasa yg beda dan sedikit penambahan. Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s