Kenaikan BBM mengurangi rakyat miskin

Kenaikan harga BBM setiap hari sejak “hari kenaikan BBM” hingga saat ini tidak henti-hentinya menjadi selipan perbincangan. Saya sendiri sejak diumumkannya kenaikan harga BBM, segera menghitung ulang budget bulanan rumahtangga.
Maklumlah…pegawai, penghasilan tetap tapi pengeluaran berubah, jadi harus pandai-pandai memutar otak supaya cukup. Saya langsung ambil keputusan untuk seminim mungkin membelanjakan uang ke jalan tol (kok jalan tol jadi tempat belanja..ya?). Sebagai akibatnya saya harus berangkat lebih pagi, dan untungnya…(masih untung lho..) selama bulan puasa ini kalau pulang ke rumah pada saat jam-jam buka puasa, jalanan relative lengang. Jadi ngga perlu merubah jam pulang.
Terus hitung punya hitung terpikir juga untuk mengganti transportasi dari mobil ke sepeda motor…habis iritnya banyak sih. Tapi ternyata masih banyak pihak keluarga yang tidak setuju….lagi-lagi gender. Tapi ngga kok, alasannya mereka kuatir saya terlalu cape dan bisa cepet masuk angin.

Nah…omong punya omong soal BBM, kemarin di kampus, topik BBM masih saja diselipkan.Biasalah…keluhan bengkaknya pengeluaran. Teman saya Supriyadi dengan santainya bilang bahwa keputusan pemerintah itu betul dan terbukti mengurangi angka kemiskinan.
Tentu saja teman-teman lainnya protes..”mana bisa…yang ada justru tambah banyak..”
Dengan santainya Supri bilang..”Iya..orang kan banyak yang akhirnya naik sepeda motor yang tadinya naik mobil, terus karena motor banyak, jalanan untuk pejalan kaki terpakai motor, akhirnya orang yang jalan kaki atau naik sepeda (yang tadinya uangnya pas-pasan untuk beli bensin sepeda motor ngga mampu lagi beli jadi jalankaki atau naik sepeda) tertabrak…mati..kurang kan? Terus orang-orang beli ayam…karena gas dan minyak tanah sulit, akhirnya masak ayamnya ngga mateng…kena flu burung…mati lagi…kurang lagi kan? Terus karena bahan-bahan naik, akhirnya orang cuma bisa makan 1x sehari bahkan kadang-kadang tidak makan sama sekali…akhirnya sakit maag, tapi ngga mampu ke dokter jadi sakit komplikasi….mati lagi…?? Terus orang-orang miskin yang sakit semakin tidak mampu berobat…akhirnya mati lagi….??? Benar kan…rakyat miskin jadi berkurang ?”

Denger omongannya Supri kontan aja…teman-teman pada ketawa. Yahh…lebih baik memang menghibur diri dengan obrolan seperti itu.

Eh!! ngomong-ngomong siapa tahu yang dikatakan Supri itu betul terjadi…ada ngga yang mau jadi relawan untuk survey..”Apakah Kenaikan BBM mengurangi rakyat miskin?”

One thought on “Kenaikan BBM mengurangi rakyat miskin

  1. Iya. Susah ya jadi pegawai? Penghasilan tetap tapi pengeluaran tidak tetap.–>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s