Mengapa kamu mau menikah dengan dia

Jumat, 22 September 2005 yang lalu, saya menghadiri lagi misa pemberkatan perkawinan. Yang menikah adalah anak dari teman baik saya. Seperti biasa, saya senang sekali pada saat homili tiba. Pada saat itu biasanya pasti Romo (Imam) akan berdialog dengan kedua mempelai. Romo biasanya akan menanyakan kepada mempelai wanita, “mengapa kamu mau menikah dengan dia?; demikian juga pertanyaan yang sama akan dilontarkan kepada mempelai pria.

Dari 3(tiga)terakhir misa pemberkatan perkawinan yang saya hadiri, saya cukup kecewa dengan jawaban mereka. Para mempelai itu selalu bingung dan berpikir beberapa menit sebelum menjawab. Lalu mereka menjawab dengan kalimat yang panjang, atau biasanya mereka menjawab, ‘karena dia baik’; ‘karena dia cantik’; ‘karena dia sabar’; ‘karena dia bisa mengerti saya’; ‘karena dia bisa meredam emosi saya’…dsb.

Dulu saya pikir jawaban itu biasa dan memang seharusnya seperti itu. Tapi setelah saya renungkan rasanya jawaban itu tidak cukup. Ada satu jawaban yang mendasar dan mempunyai makna dalam. Dan jawaban itu akan terasa apakah keluar dari lubuk hati yang paling dalam atau hanya lip service.
Jawaban “Karena aku mencintai dia dan aku percaya dia juga mencintai aku” menurut saya adalah jawaban yang sangat dalam.

Saya berharap semoga di kesempatan menghadiri misa pemberkatan pernikahan selanjutnya, saya bisa menemukan jawaban itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s