Renungan: Mata Tetangga & Mata Kita

   Tuhan menciptakan “mata” yang fungsinya untuk melihat. Sesungguhnya kata “melihat” mempunyai makna yang dalam. Dengan melihat kita bisa mempersepsikan sesuatu, untuk kemudian melakukan suatu tindakan sebagai akibat dari persepsi yang kita miliki terhadap apa yang kita lihat. Sesuatu yang kita lihat, biasanya ada diluar diri kita. Kecuali kalau kita bercermin, kita bisa melihat diri kita sendiri.
   Kenapa saya mengulas tentang “mata”?
   Begini, kita hidup dalam lingkungan dimana disekitar kita adalah orang-orang yang sangat menikmati kegunaan mata. Orang-orang yang gemar melihat kehidupan dan gerak-gerik orang disekitarnya. Kemudian mereka biasanya segera mengolah apa yang dilihatnya menjadi suatu cerita. Mereka bisa mengambil kesimpulan terhadap sesuatu yang mereka lihat.
   Objek dari mata orang-orang disekitar kita adalah diri kita. Sedang objek dari mata kita adalah diri mereka. Kemampuan mata itu sendiri terbatas. Dengan demikian jika kita sedang melihat suatu objek, kita tidak mungkin melihat objek yang lain lagi sekalipun ada objek lain didekatnya. Disamping itu jika kita melihat dan mengamati suatu objek, pasti kita akan mengambil satu kesimpulan dari dua kemungkinan kesimpulan, yaitu kesimpulan baik dan jelek. Dari situ kita akan mengolah lebih lanjut menjadi suatu informasi.
   Benarkah informasi yang kita dapatkan dari suatu pengamatan? Bisa “ya” bisa “tidak”, mengingat keterbatasan penglihatan kita, karena mata kita hanya sepasang.
   Tetapi bagaimana jika kita termasuk dalam pasangan mata dari orang-orang disekitar kita yang sedang mengamati suatu objek. Saya yakin, kesimpulan yang akan diambil dari beberapa pasang mata kita dan mata orang-orang di sekitar kita akan berbeda-beda. Sehingga informasi yang dihasilkan akan lebih bervariasi. Apakah kesimpulan dari beberapa pasang mata dimana di dalamnya terdapat mata kita sudah pasti benar? Bisa “ya” bisa “tidak”
    Lalu bagaimana kita menyakinkan kebenaran penglihatan mata kita? Persepsi yang dihasilkan dari penglihatan mata kita akan dianggap benar 100% bila objek yang dilihat adalah dirikita sendiri.
   Mata kita yang melihat diri sendiri memiliki kebenaran 100% sedangkan Mata Tetangga yang melihat kepada kita atau sebaliknya memiliki kebenaran 0% sampai dengan 99%. Demikian juga berlaku bagi Mata Kita yang melihat tetangga kita.

2 thoughts on “Renungan: Mata Tetangga & Mata Kita

  1. Ih, mbacanya kok ribet sih?
    Kalau mata-mata bagaimana?–>

  2. wipegut says:

    Here are some links that I believe will be interested

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s