ISTRI BEKERJA

Saya sering mendengarkan pembicaraan teman-teman, tetangga dan bahkan di tempat umum bagaimana pengalaman para istri yang juga berperan sebagai pencari nafkah untuk membiayai kehidupan rumah tangga. Pekerjaan yang saya maksud di sini bukan saja pekerjaan sebagai karyawati kantor tapi juga sebagai tenaga kasar.

Kebanyakan yang bermasalah justru dari para keluarga yang masih level bawah. Istri-istri pada keluarga level ini, sering merasa diperlakukan tidak adil oleh keluarga dan suaminya. Mereka seringkali harus melakukan double function. Pagi-pagi sekali mereka harus bangun untuk menyiapkan sarapan keluarga dan keperluan sekolah anak-anak. Kemudian mereka bergegas mempersiapkan diri untuk menuju tempat kerjanya. Sore hari mereka harus kembali mengurus keperluan keluarga.

Saya sungguh prihatin sekaligus salut dengan mereka. Sementara suami mereka praktis hanya melakukan pekerjaan sebagai pencari nafkah, sementara keperluan pribadi mereka sudah diurus oleh istri. Sedang keperluan pribadi istri tidak diurus oleh suami. Sudah begitu, para suami terkadang masih tidak mau memahami keadaan dan sering kali istri masih dipersalahkan terhadap ketidak beresan dalam urusan rumah tangga.

Lain halnya dengan istri-istri yang kehidupannya berada pada level menengah ke atas. Mereka biasanya diperlakukan lebih moderat. Mungkin karena mereka mampu menggaji pembantu rumah tangga, dan pendidikan suami dan istri ada pada level pendidikan tinggi. Tapi mereka pun tak jarang menjadi tumpuan kesalahan bila ada ketidak beresan dalam urusan rumah tangga mereka.

Cerita ini kedengaran klise, tapi sungguh masih terjadi. Memang mungkin kalau dilakukan penelitian dan ada pembanding dengan kondisi sebelum era millenium, mungkin persentasenya sudah menurun. Tapi yang ingin saya ungkap disini adalah bagaimana para keluarga dapat menciptakan kerjasama yang baik dan menganggap derajat wanita dan pria adalah sama.

One thought on “ISTRI BEKERJA

  1. Sangat potensial. Kamu cukup bagus dalam menulis. Teruslah berlatih. Gali dan tuliskan kehidupanmu. Inilah artifak kamu, karya kamu, untuk selalu dikenang.

    Salam.–>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s