Waktu Tidak Akan Kembali

Ketika sahabatku pergi menghadap Allah Bapa di Surga, aku baru merasakan betapa aku selama ini menghabiskan waktuku hanya untuk mengejar sesuatu yang terus terlihat terus menjauh. Kadang aku berpikir entah aku masih pantas menyebutnya sahabat atau tidak, karena kenyataannya kami tidak lagi bertemu selama 7 tahun dan hanya kontak lewat sms atau whatsapp hanya ketika salah satu ber ulang tahun. Bahkan kadang diapun lupa mengucapkan selamat ulang tahun. Memang seperti lagu Kepompong benar juga bahwa persahabatan bagai kepompong.Namun aku yakin meskipun kami tidak ada kontak, tetapi bathin persahabatan masih terjaga.
Hal ini terbukti dengan firasat yang mungkin menurut orang-orang “musyrik”… Suatu saat pukul sekitar pukul 10pm tanggal 13 November 2016, aku keluar kamar dan mendadak seekor cecak menjatuhi kepalaku di posisi kiri atas kepala. Sebagai suku Jawa yang sering mempercayai tanda, aku sontak kaget dan berdoa semoga tidak terjadi hal yang buruk baik denganku maupun keluarga dan sahabat-sahabatku. Malam itu juga aku menghubungi beberapa orang yang memang dalam kondisi sakit untuk menanyakan kabarnya. Puji Tuhan semua dalam keadaan baik.
Esok harinya aku beraktifitas seperti biasa, meskpun aku dalam kondisi kurang sehat karena flu. Petang hari aku merasakan ada yang aneh di mata bagian kiri, karena aku melihat kilatan-kilatan cahaya. Juga disertai munculnya titik hitam yang bergerak. Karena kesibukan aku memutuskan untuk menyelesaikan tugas-tugasku baru aku memeriksakan mata. Akhirnya, seperti yang kubaca di internet, retina mata ku terganggu dan hampir lepas. Dokter memberiku obat tetes dan minta aku berhati-hati beraktivitas.
Waktu berlalu dan aku terus mengamati perkembangan kesehatan mataku, sambil aku berpikir inikah hal buruk yang aku harus alami dari pertanda yang diberikan melalui kejatuhan cicak? Aku hanya bisa berdoa mohon agar Tuhan memberi mukjizat pada retina mataku.
Hari Sabtu, 19 November, entah kenapa aku merasa sedih sekali, dan itu berlangsung sampai hari Minggu. Tanggal 19 aku ingat ulang tahun sahabatku Mulyono, namun aku belum sempat mengucapkan dan malah agak enggan mengucapkan. Hari Minggu aku masih kurang semangat dan perasaanku terganggu, lalu aku ingat aku harus mengucapkan selamat ulang tahun kepada sahabatku itu. Lalu aku ucapkan dengan ucapan dan doa singkat di whatsapp dan sahabatku itu membalas dengan ucapan doa berkat. Sudah begitu saja..
Padahal aku ingin melanjutkan untuk minta ketemuan hari Kamis, karena memang ada yang harus aku bicarakan dengannya sehubungan dengan keterlibatannya di Assosiasi Perusahaan Jasaboga. Tapi aku urungkan dan berpikir nanti aku akan menghubunginya hari Kamis saja karena ada hal-hal yang harus aku pastikan terlebih dahulu.
Selasa, 21 Nov, dini hari aku dihubungi keluarganya bahwa Mulyono telah menghadap Allah Bapa. Sungguh aku tidak menyangka, secepat itu dia pergi dan ternyata setelah dia merayakan ulang tahun nya hari Minggu, 20 Nov, di hari Senin dia masuk rumah sakit, lalu malam sekitar pukul 10pm dia pergi. Persis 7 hari dari pertanda yang aku dapatkan.
Dalam kondisiku saat ini dimana aku harus berhati-hati dengan aktivitas ku agar retina mata tetap dalam posisi aman, kemudian aku kehilangan sahabatku, aku menyadari bahwa aku selama ini hanya sibuk dengan diriku sendiri, mengerjakan banyak hal yang membuatku mengabaikan suatu hubungan persahabatan dan kekeluargaan.
Saat ini Allah Bapa memintaku untuk lebih santai tidak selalu terburu-buru, mengistirahatkan mata, dan memaknai hidup. Apalagi dalam misa requiem dan hari ini misa peringatan 7 hari sahabatku Mulyono, selalu dibacakan bacaan kesayangannya dari 1 Korintus 12:13-21 tentang Kasih. Seolah-olah dia ingin mengajak berefleksi tentang perbuatan Kasih apakah yang sudah aku lakukan. Sahabatku ini memang luar biasa dalam perbuatannya. Selama aku masih dekat 7 tahun yang lalu selama waktu 16 tahun, aku melihat berkali-kali dia disakiti dan mengalami kekecewaan, namun sedikitpun dia marah dan berpikir untuk membalas. Kejadian yang aku alami di bulan ini sungguh menyadarkan aku untuk memaknai Kasih dalam hidupku.
Waktu tidak akan kembali, waktu adalah yang paling berharga dalam hidup kita yang harus kita hiasi dengan hal-hal yang membuat orang lain tersenyum, bahagia dan gembira. Untuk itu, sebelumnya kita harus membuat diri kita bahagia dan gembira terlebih dahulu, dengan bersyukur dan selalu memuji Tuhan dalam keadaan apapun. Harta dunia akan lenyap dimakan ngengat, namun harta surgawi yaitu kasih, damai dan sukacita akan abadi.

Selamat jalan Mulyono…kamu telah bertemu muka dengan Allah Bapa…semoga Allah Bapa memberi kekuatan kepada keluargamu dan kami yang masih mengembara di dunia. Aamiin

Deklarasi Forum Kerukunan Umat Beragama

Bekasi City has declared Inter-Religious Harmony.  Yet until now there still practices by certain groups in the name of the Party and the Forum to take action contrary to the declaration. In fact, this group of brave sued Bekasi City Mayor decision in granting the construction permit of the Catholic Church St. Stanislaus Kostka Kranggan. Parties Church Development Committee has been compliance with all regulations required under the Act. But the group still considers illegitimate.
In which case? Please check carefully and objectively and not based on personal interests.

Is this action was intentionally created by certain parties who did not want Indonesia to unite? If it’s in politisir it all becomes complicated. If politisir actions will only merentankan security and unity of the Nation, is it still needs to maintain a group or party?

The level of education and the teaching and correct understanding of their religion, it becomes very important to understand what the Religious Harmony. Every religion has its own appeal. The right of every individual to determine religious beliefs. Every religion teaches Truth, Love and Peace. None of the five religions in Indonesia, which teaches against of it. If there is, then that religion should not be  in Indonesia.
Accordingly, there is nothing to worry about with the development of a particular religion. If the individual faiths remain faithful to the teachings of their religion, will be reflected in the behavior of the individual. So no need to worry about anyone else as long as we are true and faithful to the teachings of their respective religions. And obviously, that religion is not subjective.

Let us all be positive, and do not make religion as a political tool. Make religion as the basis of behavior. That was enough. During the terms of the establishment of houses of worship filled, allow. Do not forget, perhaps many religious establishment synagogue by the majority who do not have a building construction permit. If so, where is the justice and the implementation of the declaration?

United Indonesia. Religion is an individual affair. The state is obliged to protect, as mandated by the 1945 Constitution Article 29 paragraph (2) which states “The State guarantees the freedom of each citizen to profess their own religion and to worship according to his religion or belief.”

To worship, of course, takes the place of worship worthy.

Greetings my Indonesian Peace

Pro dan Kontra Kenaikan Harga BBM

Sampai hari ini pemerintah kelihatannya masih maju mundur dalam menentukan harga BBM.  (Lagi-lagi ini OPINI-KU yang didasarkan pada UUD’45  pasal 28 yang intinya bahwa setiap warga negara mempunyai hak menyampaikan pendapat lisan, tulisan dan sebagainya secara bertanggung jawab sesuai peraturan perundang-undangan.)

Mengapa sepertinya pemerintah sulit sekali mengambil keputusan ini? Saya berpikir, apakah ada kepentingan kepentingan pihak tertentu yang belum terpuaskan oleh pemerintah? BBM tidak dapat disubsidi lagi oleh APBN, setuju sekali. Sebaiknya APBN digunakan untuk mensubsidi  kepentingan membangun kualitas bangsa. Kualitas yang berarti Masyarakat  Sejahtera, sejahtera berarti mendapatkan sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan. Tidak perlu dengan bantuan langsung tunai, tapi diwujudkan dalam bentuk pemberian kesempatan sekolah seluas-luasnya dan meningkatkan fasilitas kesehatan.  Sekolah (Dasar hingga Tinggi) yang dikelola Negara, harus dapat bersaing dengan sekolah yang dikelola oleh Swasta.  Begitu juga dengan Rumah Sakit. Jangan biarkan ada kesan bahwa Sekolah/Rumah Sakit Negeri tidak bermutu, sehingga orang-orang yang tergolong kelas Atas tidak mau melirik sekolah dan rumah sakit Negeri. Biarlah Sekolah/RS Swasta itu mewah dengan segala infrastrukturnya. Sekolah dan RS Negeri tidak perlu ikut-ikutan. Yang perlu adalah mutu guru/dokter, kurikulum/layanan

Pemerintah kemudian mengatakan, lha kalau Subsidi BBM dihapus, trus harga tidak naik bagaimana pemerintah memenuhi kebutuhan akan BBM di negeri ini? Iseng-iseng buka datanya ESDM yang dipublish di websitenya., trus dikutak-katik, tapi hasilnya kok aneh..  Hasilnya negatif sudah termasuk impor dan ekspor minyak bumi.  Artinya demand  lebih besar dari supply. Percaya ngga? Jujur saya ngga percaya… Mungkin ada data lain yang lebih akurat dan tidak dipublish.. Ya sudah tidak apa-apa.

Sekarang begini aja, kan menurut ulasan ESDM pengguna BBM besar kedua ada di sektor transportasi. Lalu pemakaian terbesar nya ada di produk BBM Premium. Karena rencana tidak ada subsidi, akhirnya harga premium dinaikkan. Tapi ternyata ditolak oleh masyarakat. Lalu, pengalihannya adalah bahwa mobil dengan cc di atas 1500 harus pakai Pertamax. Tapi bingung lagi…mau diberlakukan kapan… Lagi pula, peraturan itu kan tidak mudah pelaksanaannya.

Saya ada usul begini. Kalau memang pengguna BBM terbanyak itu di sektor Transportasi, dan ketergantungan sektor tersebut terhadap BB Fosil masih cukup besar,  pemerintah bisa kok mendapatkan dana dari para pengguna kendaraan bermotor dengan adil dan aman. Caranya bisa melalui Pajak Kendaraan Bermotor.  Pemerintah klasifikasikan saja dulu jenis-jenis kendaraan bermotor, dan konsumsi BBM nya dalam satu tahun. Lalu pemerintah ingin mendapatkan dana berapa dari kenaikan BBM yang diinginkan. Nah, dikonversi aja ke Pajak Kendaraan Bermotor sebagai tambahan Biaya Kontribusi BBM. Buat progresif, maksudnya  berdasarkan klasifikasinya. Semakin mewah mobilnya, semakin tinggi tarif pajaknya. Adil kan? Karena memang pemilik mobil mewah itu, pasti sanggup membayar pajak.  Seperti pajak tanah saja, semakin tinggi klasifikasinya semakin besar tarifnya. Tarifnya ini beda lho dengan Tarif Pajak Kendaraan Bermotor. Harus jelas disebut dalam STNK, bahwa ada tambahan beban pajak untuk BBM sekian persen.

Dengan demikian, pemerintah bisa memprediksi, berapa banyak untuk sementara dana APBN yang digunakan (terhutang) untuk nanti dibayarkan melalui perolehan tambahan tarif Pajak Kendaraan Bermotor untuk BBM. Coba deh dihitung-hitung… lebih pas dan aman dan adil deh… Yang punya uang yang memberikan kontribusi lebih tinggi untuk BBM.

Salam

 

Mari Berbagi

Tema APP (Aksi Puasa Pembangunan) tahun 2011, cukup menggelitik. “Mari Berbagi”…. kalimat ajakan singkat, padat, mudah dimengerti tetapi sulit dilaksanakan.
Berbagi pada siapa? Tentunya yang dimaksudkan adalah berbagi pada sesama. Lalu “siapakah sesama yang dimaksud?”
Kata Yesus di Alkitab “sesama-mu” adalah “orang yang paling hina dan menderita”. Dalam kehidupan jaman sekarang, paling nyata yang kita lihat menderita adalah para miskin-papa yang banyak kita temui di jalanan. Memang seringkali kita berpikir bahwa mereka itu malas. Barangkali benar…tapi bisa juga salah. Yang terpenting sekarang adalah keikhlasan hati dalam memberi.
Kalau tidak ikhlas memang lebih baik tidak memberi. Jadi, memberi kepada orang yang tepat, dalam waktu yang tepat dan ukuran yang tepat…adalah sulit. Oleh karena itu, tidak perlu dipikirkan apakah sudah tepat atau belum, kalau ada yang minta, dan kita punya lalu ikhlas… ya langsung saja

Memberanikan diri meninggalkan kendaraan pribadi

Sejak hari Senin 24 Januari 2011, saya memberanikan diri untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan menggunakan transportasi umum. Memang terasa sedikit bingung untuk jalur-jalur transportasi umum. Jadi harus lebih cermat membaca papan rute bis kota dan bertanya.

Hari pertama saya memutuskan untuk mencoba jalur bis kota biasa, mengambil rute ke Kampung Melayu. Sebenarnya saya ingin mencoba Trans Jakarta, tapi saya kuatir dengan kemacetan di sekitar Cawang. Lumayan, saya merasa enjoy karena saya jadi berolah raga. Saya harus berganti kendaraan 4 kali.Namun, waktu yang terpakai hanya sekitar 80 menit. Biasanya dengan kendaraan pribadi bisa sekitar 90 – 120 menit.

Hari kedua saya mencoba menggunakan Trans Jakarta Koridor 9.  Perjalanan ke kantor akhirnya saya tempuh hanya 50 menit dan tidak capai. Di Trans Jakarta saya berdiri hanya 10 menit.

Pengalaman dua hari ini cukup menyenangkan. Seandainya 20% saja dulu dari pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor mau meninggalkan kendaraannya di rumah dan menggunakan transportasi umum, saya yakin akan banyak manfaat yang di dapat oleh seluruh masyarakat Jakarta. Antara lain rejeki bagi para sopir transportasi umum, berkurangnya kemacetan, kembalinya investasi Trans Jakarta, dan badan sehat karena olah raga.

Kita harapkan juga supaya Departemen Perhubungan, segera berkomunikasi dengan pengusaha transportasi terutama bis kota, agar memperhatikan kesehatan masyarakat dengan tidak mengoperasikan kendaraan yang sudah tua.

Salam metropolitan

Jangan Terjadi pada Anda

Tadi pagi saudara saya menghubungi saya,.minta saya ikut membantu biaya pengobatan Om kami. Dia mengatakan bahwa malam hari dia ditelpon oleh Om kami bahwa Om kami mau ke rumah sakit tetapi tidak punya biaya.

Duh…rasanya miris ya…soalnya Om kami ini dulunya pengusaha yang sukses. Lima tahun belakangan ini, memang beliau mengalami penurunan bahkan sampai pada kebangkrutan usaha. Sayang sekali ya…

Saya menduga bahwa sepertinya beliau tidak terlalu peduli dengan perencanaan keuangan untuk masa tuanya.
Saya menemui hal ini pada beberapa teman yang juga pengusaha. Mereka tidak tertarik ketika diajak berdiskusi tentang perencanaan keuangan pribadi.

Seandainya saja perencanaan keuangan sudah dilakukan sejak dini, barangkali Om saya tidak mengalami kejadian seperti itu.

Jadi teman-teman, mulailah melakukan perencanaan keuangan yang terarah sejak dini. Jangan sampai kita menderita di masa tua kita.

Salam Perencana Keuangan

Naik Bus nya Jangan Ambil Jalur nya

Judul itu merupakan slogan yang dicantumkan di belakang bus Trans Jakarta.
Seandainya saja semua warga Jakarta mau disiplin dan tidak bersikap BODOH dengan ambil jalur busway (terutama SEPEDA MOTOR…!!! dan BUS)… saya yakin keruwetan jalan bisa dikurangi.
Saya bilang…BODOH!!! bagi orang yang mengambil jalur Trans Jakarta…karena mereka tidak sadar itu membahayakan nyawa mereka sendiri. Tapi anehnya mereka merasa bangga bisa melanggar peraturan…
Memang, banyak orang yang tidak mau patuh aturan karena tidak percaya dengan yang membuat peraturan. Tapi kalau sikap ini terus dipelihara, mau sampai kapan negara kita, khususnya Jakarta akan teratur?
Cobalah…ikuti semua peraturan lalu lintas, dan jangan pernah merasa bangga karena bisa melanggar aturan. Sering saya merasa kasihan kepada petugas lalu lintas, sepertinya mereka disepelekan. Saya rasa petugas lalu lintas harus TEGAS dan jangan mau DISUAP dengan 10 atau 20 ribu rupiah…
Mari kita mulai dengan mendisiplinkan diri sendiri.
Kalau mau ambil jalur Trans Jakarta, lebih baik menikmati jalurnya di atas Trans Jakarta.