Posted by: lyntrias on: November 16, 2008
Aku lagi kebingungan nih…dengan berat badan (biasa wanita ngeluhnya ga jauh dari berat badan). Kayaknya makan udah diatur banget dech…pagi dah makan buah, siang makan nasi dikit, malam cuman makan sayur…. udah pakai program food combining segala lagi. Tapi tetap aja naik.Sampai-sampai kemarin aku bingung mo pakai baju apa waktu pergi ke undangan pesta pernikahan temenku.
Sampai stock semua baju keluar…eh..ga ada yang nyaman. Aku pikir baju-bajuku masih pada muat…eh waktu dicoba…hihihi…jadi banyak lipetan-lipetan. Jadi sekarang ni… aku lagi mempertimbangkan beli baju lagi dengan size yang lebih gede…ato kerja keras tuk ngelangsingin badan lagi.
Bayangin aja ga terasa bobot dah naik 5 kilo. Bisa ngebayangin khan…daging 5 kilo tuh seberapa gedenya… Mending kalo daging yach…nah..kalau isinya lemak gimana? Hmmm…kayaknya cenderung yang kedua nih…isinya lemak..
Ya wis…ta cari pabrik penyulingan minyak..sapa tau laku… lemaakk!! lemaakkk!!
Posted by: lyntrias on: November 12, 2008
Mata sudah 7,89 watt.. mendekati 5 watt…Katanya kalau udah 5 watt bakalan gelap
Tapi mau tidur rasanya susah… akhirnya menggerilya cari segala macam info lewat i-net. Sambil buka blog blog nya teman… trus iseng ngajakin chatting teman-teman yang juga masih sama-sama melek.
Kerjaan sih banyak… maksudnya sih tadi pulang dari tempat client mau ngebut ngelarin beberapa kerjaan yang ketunda… Tapi apa boleh buat…..moodnya lagi hilang…bawaannya pengen nyantai.
Udah penat kali ya…
Ga sadar rupanya udah hampir jam 12.00, suasana hening… coz temen lainnya dah pada tidur… hujan rintik-rintik di luar bikin udara tambah dingin… Di tengah suasana hening yang agak mencekam ini…tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara gemuruh yang bikin aku kaget… Kupikir hujan deras dan badai besar datang menghantam…
Ah !!!….rupanya… Thorn Air kepenuhan dan airnya mbludak… hiks
Duh…. kupikir terjadi suatu bencana…hiks hiks … opo tho yo…!!!
Posted by: lyntrias on: October 10, 2008
Judul asli di tabloid KONTAN tentang ini adalah “Ayo, Percepat Pembelanjaan Anggaran”…Dasar pemikirannya adalah konon kehadiran proyek-proyek pelat merah dipercaya akan menggerakkan roda perekonomian…. Pertanyaan saya “BENARKAH ???” Saya sendiri berpendapat bahwa ini hanya akan menguntungkan oknum dan hanya sektor tertentu…dan ini tidak menyentuh perekonomian rakyat sama sekali. Yang tersentuh hanya perekonomian konglomerat.
Katanya lagi percepatan pembelanjaan anggaran ini bakal menjadi sumber likuiditas di tengah kondisi seretnya likuiditas global. Kemudian pemerintah memulai cara percepatannya dengan merevisi KEPPRES 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa oleh Pemerintah, yang akan mengubah tentang “waktu proses tender”. Wapres JK bilang, bahwa tender tidak lagi butuh waktu selama dua bulan.
GAWAT…. padahal waktu terlama dalam proses tender itu adalah seleksi dan pemasukan dokumen penawaran. LHA….kalau dipercepat…bukankah malah menyebabkan adanya KOLUSI pada PRA PELAKSANAAN TENDER. Sehingga bisa jadi siapa yang paling dekat dengan pejabat pembuat komitmen, dia lah yang bakal pegang proyek…. LALU???? apa untungnya buat pebisnis lainnya?
DAN … yang saya makin tidak mengerti…BAPPENAS mengizinkan setiap kementrian dan lembaga menggelar tender mulai November 2008, meskipun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran tahun 2009 belum diteken, atau alias Anggaran belum 100% di setujui.
NAH…kalau dikaitkan dengan judul lain di tabloid Kontan yaitu “Bersiap Menutup Lubang dengan Berburu Utang”… dimana di situ disampaikan bahwa APBN 2008 defisit Rp. 94,5 triliun., dan sekarang pemerintah sedang melirik ke Timur Tengah untuk cari utangan.
JADI dengan kata lain….sudah defisit tapi masih nambahi pengeluaran yang seharusnya dibelanjakan di tahun 2009. Saya jadi bertanya-tanya “Apakah ini bukan tindakan ketakutan dari kementrian atau lembaga yang pejabatnya punya perusahaan? “.Ketakutan kalau perusahaannya tutup, jika krisis finansial global yang makin menghantui ini terjadi puncaknya di medio 2009. Jadi, mereka ingin mengeruk dulu di awal sebelum puncak krisis terjadi”.
Kalau memang begitu motivasinya atau yang mendasari ajakan mempercepat pembelanjaan anggaran 2009, maka saya mau bilang bahwa pemerintah sedang melakukan tindakan PANIK, dan keputusan yang diambil hanya sekedar supaya aman “UNTUK SESAAT”.
Mungkin karena buat mereka pekerjaan yang paling gampang dan mengasyikkan adalah membuat KEPPRES, membuat PP, membuat amandemen, dan macam-macam tulisan yang sifatnya menguntungkan pejabat sendiri. MasyaAllah…. nyebut pak…nyebut!!!!
Posted by: lyntrias on: October 5, 2008
Dalam Kitab Suci ada tulisan tentang perumpamaan dimana seorang tuan memberikan bekal talenta (keping mata uang) dengan jumlah yang berbeda kepada setiap orang tuan tsb sebelum pergi untuk beberapa lama. Orang tersebut harus mengembangkan talenta yang sudah diberikan yang akan dipertanggungjawabkan ketika tuan tersebut kembali. Orang pertama diberi 5 talenta, orang kedua 2 talenta, dan orang ketiga 1 talenta. Sekembalinya dari pengembaraannya, Sang Tuan memanggil orang-orang yang sudah diberi keping mata uang tersebut.
Ternyata orang pertama dan kedua mampu mengembangkan talenta masing2 dua kali lipat, sedangkan orang ketiga tidak mengembangkannya, dia menggali lubang dan menyimpan talenta tersebut dalam lubang itu.
Banyak orang yang mengartikan talenta sebagai suatu bakat dan rejeki. Itu betul…tapi dalam hal ini saya mau melihatnya dari perspektif lain yaitu perspektif keluarga dan pekerjaan.
Dalam perspektif keluarga, kita sudah diberi kesempatan untuk hidup berkeluarga, namun kita tidak tau bagaimana cara memelihara, mengisi dan memaknai kehidupan berkeluarga. Jika Istri atau suami tidak mau atau mungkin tidak tau bagaimana cara membahagiakan pasangannya dan anak-anak, maka perannya bisa saja diambil alih oleh wanita ataupun pria lain. Jika anak-anak tidak bisa merasakan kasih dari orangtuanya, bisa saja peran orangtua dalam mendidik dan mengasihi anaknya diambil alih oleh orang lain misalnya oleh pembantu rumah tangga ataupun oleh lingkungannya.
Dalam perspektif pekerjaan, sering kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita sudah diberi kesempatan untuk mengembangkan karir kita. Misalnya ketika atasan meminta kita untuk mengemban suatu tugas baru yang menantang. Akan tetapi mungkin saja kita mengambil sikap cari aman sehingga kita tidak berani mengambil keputuasan-keputusan yang beresiko, sehingga suatu saat atasan kita akan melihat bahwa pekerjaan yang diberikan kepada kita tidak membuahkan hasil yang maksimal. Maka, bisa dipastikan bahwa atasan kita akan mengambil beban itu dan kemudian akan mengalihkannya kepada orang lain.
Jadi di sini saya belajar bahwa setiap apa yang telah kita terima harus ditumbuh kembangkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Si Pemberi Kehidupan.
Posted by: lyntrias on: August 23, 2008
Cantik tapi tidak cantik banget…
mempesona..mungkin itu yang lebih tepat
Senyum selalu menghiasi tatapan, sapaan, teguran dan ucapannya
Ketika melihatnya hati terasa dipenuhi luapan rasa perasaan bahagia
apapun yang dikatakannya serasa menyejukkan hati
Marah? ya wajah itu pernah marah…
jika dia marah…kemarahannya tetap penuh cinta
Mempesona…
Wajah itu penuh cinta…memancarkan pesona di pandangan pertama
seribu pria ingin menyentuh dan memilikinya…
Wajah itu penuh cinta….
mampu menolak setiap tawaran nakal dengan lembut
membuat si penggoda semakin gila memimpikannya…
Wajah penuh cinta itu saat ini berduka…
Namun duka itu tetap tak memancar dari wajahnya
Dia hanya ingin memancarkan cinta dan kehangatan…
Wajah itu tidak ingin dimiliki…dia hanya ingin dinikmati
dan dia hanya ingin memberikan cinta yang bersih…
Posted by: lyntrias on: August 23, 2008
Yesterday is history
Today is present
Tommorow is mistery
Kita tidak pernah tau apakah pertemuan kita akan berlanjut di hari-hari mendatang. Untuk itu sangat disayangkan jika kita tidak bisa mengisi “today” yang adalah “present” dengan hal-hal menyenangkan karena itu berarti kita menciptakan “history” yang tidak menyenangkan. Jangan kuatirkan apa yang akan terjadi “esok” karena esok adalah misteri… tetapi hal ini tidak berarti bahwa kita tidak perlu merencanakan untuk hari esok. Akan tetapi kita tetap tidak boleh kuatir tentang apa yang akan terjadi. Yang lalu biarlah berlalu, nikmati hari ini dan hadapi hari esok.
Posted by: lyntrias on: August 23, 2008
Q : Benarkah hidup itu indah?
A : Benar
Q : Tetapi bagaimana dengan penderitaan-penderitaan yang sering kami alami
A : Itu adalah bagian dari keindahan hidup anda
Q : Itukan jawaban anda, karena anda tidak pernah mengalami penderitaan
A : Pandangan anda keliru, saya juga pernah bahkan sering mengalami penderitaan. Hanya saja karena saya menikmati penderitaan itu, maka penderitaan saya itu menjadi kebahagiaan saya
Q : Menikmati penderitaan?
A : Ya
Q : Bagaimana caranya?
A : Mudah, jalani dan nikmati penderitaan hari ini
Q : Aku tidak percaya bahwa bisa semudah itu menikmati penderitaan
A : Lho…saya kan tidak bilang itu mudah… saya hanya bilang “jalani” dan “nikmati”
Posted by: lyntrias on: July 6, 2008
Hari ini saya mendapatkan beberapa pemandangan yang serupa yang membuat saya tersenyum sambil berpikir bagaimana saya nantinya? Pemandangan yang saya maksud adalah ketika saya mengikuti misa saya merasa dikelilingi oleh pasutri (pasangan suami istri) yang sudah “sepuh”. Ada yang berusia 60an, ada yang 50an bahkan kayaknya salah satu ada yang berusia 70an. Mereka terlihat sangat dekat dan mesra, saling tersenyum, saling berbisik, saling memperhatikan. Rasanya damai sekali melihat pasangan-pasangan itu. Beda dengan kalau saya melihat pasangan muda yang mungkin baru menikah 3-20 tahunan. Jarang ada senyum diwajah mereka.
Rupanya pemandangan itu masih saya dapatkan ketika saya mampir belanja di Superindo – Kalimalang. Saya ketemu 2 pasang pasutri yang mungkin sudah berusia 60an. Mereka saling menuntun, berjalan seakan tidak mau terpisah.
Lalu saya teringat, rasanya saya pernah membaca bahwa semakin senja usia pasangan, semakin mesra pasangan itu. Saya mencoba merenungkan, apa iya ya? Hmm…tapi masuk akal juga… dan saya temukan kata kuncinya adalah “saling membutuhkan”. Para pasutri yang sudah berusia senja, sudah tidak bisa lagi bebas pergi kemana-mana karena mungkin sudah cepat lelah, mungkin mereka mempunyai penyakit tertentu sehingga membuat mereka merasa lebih nyaman di rumah. Nah kalau sudah begitu, ya…mau bergantung pada siapa lagi kalau bukan pada pasangannya. Selain itu satu hal yang membuat mereka lebih akrab adalah bahwa sekarang ini mereka tidak lagi bersama anak-anaknya, karena anak-anak sudah lepas membentuk keluarga baru. Jadi mereka kembali lagi seperti pengantin baru…dan pikirannya mungkin sudah lepas bebas karena sudah tidak lagi memikirkan kebutuhan anak-anaknya.
Beda dengan pasangan muda, wajah-wajah mereka terlihat tegang, tidak relaks….(kayaknya termasuk saya nich….hehehe). Pasangan muda lebih banyak pikiran…mungkin karena masih dalam masa perjuangan membesarkan dan memdidik anak-anaknya.
Hmmm….memikirkan pemandangan indah itu membuat saya merasa terhibut dan tidak takut memikirkan masa tua saya nantinya. Semoga Tuhan selalu memberi kedamaian dan kebahagiaan.
Posted by: lyntrias on: June 16, 2008
Aku senang dan setuju dengan kalimat itu yang ada di iklannya Harian Koran Jakarta (eh…bener ga ya nama hariannya..). Aku sendiri sering dinilai tidak setia kawan. Buat aku, kalau memang kawan tersebut salah ya harus diberitau kalau dia salah. Bahwa dia tidak senang itu salahnya sendiri kenapa dia ga sadar kalau dia salah.
Trus repotnya lagi gini nih…kalau kita punya dua sahabat let say si A dan si B, nah suatu saat kita ga setuju dengan pendapatnya si A dan lebih setuju dengan pendapatnya si B. Kalau sudah seperti ini, kita jadi serba salah…Padahal jelas-jelas si A itu pendapatnya ga bener. Gimana coba?
Ya sudah…akhirnya kalau udah seperti itu aku biasanya minta supaya yang aku anggap salah itu mikir sendiri aja dulu. Trus kalau memang terpaksa harus ribut dan akhirnya dia mau memutuskan persahabatan sih….ya apa boleh buat. Suatu saat kan sadar sendiri and kalau mau come back ya…sahabatan lagi…
cheeeers
Posted by: lyntrias on: June 2, 2008
Majalah Swa edisi 11/XX/29 Mei – Juni 2008, mengulas tentang Blueprint Indonesia Inc. Ver.2.0, periode 2010-2030. Di situ ada tabel lompatan Bisnis Nasioanal 2010-2030. Luar biasa!!! Indonesia akan menuju 10 besar ekonomi dunia dan mentargetkan di urutan ke 6 atau 7.
Saya senang sekali melihat hal ini. Memang rancangan atau visi ini bukan hal yang baru. Tapi melihat data yang disajikan dan dasar pemikirannya, saya rasa ini bukan hal yang mustahil. Saya yakin meskipun sekarang ini keadaan Indonesia morat-marit, tetapi kalau semua pihak ikut memikirkan bagaimana cara mencapai visi tersebut, mungkin tidak perlu waktu 20 tahun untuk mencapainya. Kalaupun baru tercapai di tahun 2030 saya berharap masih bisa menikmatinya.
Yang terpenting sekarang, bagaimana visi itu sampai ke seluruh rakyat Indonesia bukan hanya ke pembaca Swa atau kalangan atas. Biar bagaimanapun seluruh rakyat Indonesia harus ikut ambil bagian untuk mewujudkan visi ini. Menurut saya sosialisasi visi ini harus segera dimulai dan bisa dilakukan melalui kelompok-kelompok masyarakat. Yang jelas setiap partai politik harus mendukung visi ini dan masing-masing membuat strategi pencapaiannya. Karena yang saya rasakan selama ini, partai-partai politik cuma bisa ber-retorika tanpa hasil.
Selain itu juga Visi ini harus mengakar di benak setiap dosen dan mahasiswa. Dosen dan Mahasiswa adalah pribadi-pribadi yang dewasa dan sudah mampu berpikir sistematis. Mereka harus menyikapi Visi tersebut secara positif dan ikut ambil bagian untuk mewujudkannya.
Kemudian juga visi ini harus tertanam dalam benak para entrepreneur, dimana peran mereka sangat penting dalam pergerakan ekonomi bangsa dan peningkatan PDB. Sehingga seluruh kegiatan dan strategi bisnis para entrepreneur besar maupun kecil mengarah pada visi tersebut.
Satu hal yang membahagiakan saya, di ulasan tersebut juga ditulis 13 Mentalitas yang dibutuhkan untuk mencapai visi tersebut, yaitu Mandiri, Berpendidikan Maju, Visioner, Berorientasi Persatuan, Berkeadilan Sosial, Punya Kepedulian Sosial, Berjiwa Entrepreneur, Peduli Lingkungan, Kreatif dan Inovatif, Berdaya Saing di Tingkat Global, Berbudaya Bersih KKN, Berakhlak Baik, Siap Berubah. Kalau kita memiliki 13 mentalitas itu, berarti kita adalah salah satu aktor yang akan berperan dalam skenario perwujudan Visi bangsa Indonesia.
Salam nasionalisme!!!