Ajakan Mensejahterakan Rakyat Miskin

Ketika mengikuti workshop Peran Lembaga Keuangan Mikro Dalam Mensejahterakan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Credit Union Bina Seroja kami para peserta mendapat buku yang ditulis oleh Bapak Tjandra Irawan yang pada saat itu menjadi Narasumber. Buku itu berjudul UANG SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN. Uang Sebagai Sarana PendidikanBuku ini mengulas perjalanan beliau selama membina banyak Lembaga Keuangan Mikro di daerah-daerah termasuk diantaranya adalah Koperasi Kredit.

Sangat menarik untuk mencermati Visi beliau tentang peran besar Lembaga Keuangan Mikro dalam mensejahterakan masyarakat rakyat kecil. Beliau memiliki prinsip bahwa orang miskin tetap bisa sejahtera. Untuk itu terkadang atau kebanyakan mereka memang harus dipaksa untuk sejahtera. Dari pengalaman beliau, beliau memang merasakan bahwa sulit untuk mendidik mereka agar mereka mau menganggap bahwa mereka sesungguhnya mampu dan tidak miskin.

Dengan buku yang diberikan kepada kami beliau ingin agar semakin banyak orang yang terlibat dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Itu saya rasakan ketika beliau menuliskan pesan di bukuku (ketika aku minta beliau menandatangani buku tsb). Pesan yang ditulis singkat namun bagi saya memiliki makna yang dalam sekaligus menyiratkan challenge.

Pesannya “Mari Kita Bersama-sama Mensejahterakan Masyarakat Rakyat Miskin”. Dengan kata lain, jangan hanya membaca buku ini tapi singsingkan lengan baju dan berkaryalah.

Terimakasih Pak Tjandra Irawan, semoga saya bisa ikut ambil bagian dalam misi Bapak.

Ibu Koordinator Kopertis II Palembang

Saya sangat terkesan dengan sosok Prof. Chuzaimah Dahlan Diem, M.L.S., Ed.D. Beliau sangat ramah dan low profile. Kedatangan Tim Sisfo Kampus disambut dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Saya melihat dalam diri beliauibu-koordinator.jpg semangat pelayanan yang sungguh-sungguh.

Keinginan beliau untuk memajukan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kopertis II terlihat nyata dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Termasuk salah satunya keberaniannya mengambil tindakan-tindakan yang beresiko tinggi terhadap keuangan kopertis, karena beliau memulai semua pekerjaan-pekerjaan pengembangan IT tanpa menunggu turunnya dana dari Dikti.

Meskipun beliau sudah hampir memasuki usia masa pensiun, namun semangatnya tetap tinggi dan beliau terlihat sangat enerjik.

Selamat berkarya terus Ibu. Semoga Kopertis II Palembang semakin maju di bawah pimpinan Ibu.

Hakekat bekerja

Suatu kali saya terlibat dalam perdebatan tentang hakekat bekerja dengan seorang teman dekat yang selalu ada dikala saya sedang membutuhkan dukungan moril. Ketika itu saya sedang mengalami masalah dalam pekerjaan saya. Saya merasa bahwa apa yang sudah saya kerjakan selama ini sia-sia. Saya mengalami seperti yang tersebut dalam pepatah “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Continue reading

Kamu hebat!!

Salah seorang temanku sering mengatakan ,”hebat! kamu hebat”…setiap kali aku cerita tentang kegiatanku. Aku sering risih kalau dia bilang begitu, padahal yang hebat itu dia. Suatu hari dia bilang lagi…“hebat, kamu tuh dibutuhkan di mana-mana, aku juga mau kayak kamu”. Trus aku jawab bahwa apa yang aku lakukan tidak ada apa-apanya dan aku hanya pelaku kehidupan. Aku juga bilang bahwa kalau dia mau dia bisa kok. Terus dia tanya lagi..“bagaimana caranya?”. Aku bilang…”gampang kok, tinggal ambil bagian, mengucap syukur dan berbagi”.

Gampang kan? Aku berharap dia tidak lagi bilang “hebat-hebat” dengan mudah. Karena kesannya jadi malah asal bunyi.

Tapi sebelnya aku juga sering kebawa ikut-ikutan ngomong begitu. Nularin nih!!