Posted by: Lina Tri Astuti, CFP on: April 13, 2010
Akhirnya…setelah lama direncanakan aku bisa mengunjungi Medan kampung halamanku kedua. Aku sengaja mengunjungi Medan bertepatan dengan Tri Hari Suci sampai Hari Raya Paskah. Tujuan utama memang nyekar ke makam Ibu, karena sudah 15 tahun aku tidak pernah nyekar. Kemudian sekaligus mengikuti Tri Hari Suci di Medan lalu ditutup dengan Paskah di Danau Toba. Aku ke Medan bersama keluarga (suami dan anak)
Rasanya lega banget bisa nyampe Medan. Meskipun Medan adalah kampung halamanku kedua (karena aku dibesarkan di Medan), tetapi aku lebih merasa at home ketimbang ketika aku di Semarang. Mungkin karena aku meninggalkan Semarang ketika aku masih kecil. Tadinya sudah merencanakan untuk napak tilas di hari pertama…hehehe…tapi rupanya lebih enak ngobrol dengan adikku…karena sudah 15 tahun tidak ketemu. Akhirnya napak tilasnya hanya sampai di pasar Sei Sikambing…karena pasar tersebut adalah akses masuk utama menuju kompleks perumnas Helvetia. Banyak sekali kemajuan pembangun
an di kota Medan, ada Milenium Mal, yang dulunya daerah kumuh. Aku mencoba mengingat-ingat jalan menuju sekolah ku saat aku masih SD, trus tempat ketika aku jatuh dari motor setelah mengantar kakakku bimbel, juga tempat tinggal kami yang sudah dijual, hehehe…..asyik juga mengenang masa lalu. Anakku belum pernah lihat Becak Mesin… ( di Medan tidak ada becak dayung)… jadi dia ngotot ingin naik…dan dia senang sekali bisa naik Becak Mesin…(di Gorontalo namanya Bentor).
O ya…di sana mie ayamnya aneh lho…kuah ayamnya dibuat agak kental, lalu diberi pelengkap sebutir telur… aku baru tahu karena dulu waktu aku di Medan, tidak ada mie ayam, yang ada Miso (mie baso). Rasanya sih…biasa aja… Soal makanan yang paling melegakan aku bisa ketemu Sate Kerang dan Mie Rebus waktu hunting makanan di Kampung Keling. Mie Rebusnya enak lho…bukan seperti mie rebus Jawa… Ini mie rebus India.
Tanggal 1 April, hari Sabtu aku
sekeluarga dan adikku sekeluarga, menuju Danau Toba. Kami melewati jalan menuju Pematang Siantar. Di perjalanan aku melihat di pinggir jalan ada opak… wah…tiba2 aku teringat cemilanku dulu hanya Opak dan Orong-orong (krupuk)… Langsung saja kami berhenti dan beli opak.
Singkat cerita kami sudah tidak sabar untuk sampai di Danau Toba…jadi begitu ada tulisan “Horas!! Selamat Datang di Parapat”…wah lega sekali rasanya… Danau Toba indah sekali dilihat dari jauh…hanya sayang cuaca mendung dan berawan… Tapi tetap saja mempesona. Kebetulan kami menginap di hotel Siantar Parapat yang letaknya persis di tepi Danau Toba. Jadi kalau mau nyemplung ke Danau gampang…hehehe. Kami tidak sempat ke Tomok Samosir, karena sudah malam dan esok pagi harus segera balik ke Medan paling lambat pukul 11.00.
Akhirnya keinginanku untuk Misa Malam Paskah di Danau Toba terwujud. Senang sekali rasa mengikuti Misa dalam suasana sejuk, dan tidak begitu penuh. Paduan suaranya terkesan sederhana tapi bagus, karena suaranya kompak. Kepolosan dan keakraban antar umat sangat terasa. Paduan suara disumbangkan oleh para frater, mudika dan ibu-ibu. Hari Minggu aku tidak sempat ikut Misa Minggu Paskah…karena kami bangun kesiangan dan harus segera bersiap-siap pulang… Rasanya belum puas di Danau Toba tapi sudah harus pulang. Memang jika ingin menikmati Danau Toba tepatnya 2 malam 3 hari.
April 19, 2010 at 1:13 pm
Foto2nya mana?