Hari ini saya mendapatkan beberapa pemandangan yang serupa yang membuat saya tersenyum sambil berpikir bagaimana saya nantinya? Pemandangan yang saya maksud adalah ketika saya mengikuti misa saya merasa dikelilingi oleh pasutri (pasangan suami istri) yang sudah “sepuh”. Ada yang berusia 60an, ada yang 50an bahkan kayaknya salah satu ada yang berusia 70an. Mereka terlihat sangat dekat dan mesra, saling tersenyum, saling berbisik, saling memperhatikan. Rasanya damai sekali melihat pasangan-pasangan itu. Beda dengan kalau saya melihat pasangan muda yang mungkin baru menikah 3-20 tahunan. Jarang ada senyum diwajah mereka.
Rupanya pemandangan itu masih saya dapatkan ketika saya mampir belanja di Superindo - Kalimalang. Saya ketemu 2 pasang pasutri yang mungkin sudah berusia 60an. Mereka saling menuntun, berjalan seakan tidak mau terpisah.
Lalu saya teringat, rasanya saya pernah membaca bahwa semakin senja usia pasangan, semakin mesra pasangan itu. Saya mencoba merenungkan, apa iya ya? Hmm…tapi masuk akal juga… dan saya temukan kata kuncinya adalah “saling membutuhkan”. Para pasutri yang sudah berusia senja, sudah tidak bisa lagi bebas pergi kemana-mana karena mungkin sudah cepat lelah, mungkin mereka mempunyai penyakit tertentu sehingga membuat mereka merasa lebih nyaman di rumah. Nah kalau sudah begitu, ya…mau bergantung pada siapa lagi kalau bukan pada pasangannya. Selain itu satu hal yang membuat mereka lebih akrab adalah bahwa sekarang ini mereka tidak lagi bersama anak-anaknya, karena anak-anak sudah lepas membentuk keluarga baru. Jadi mereka kembali lagi seperti pengantin baru…dan pikirannya mungkin sudah lepas bebas karena sudah tidak lagi memikirkan kebutuhan anak-anaknya.
Beda dengan pasangan muda, wajah-wajah mereka terlihat tegang, tidak relaks….(kayaknya termasuk saya nich….hehehe). Pasangan muda lebih banyak pikiran…mungkin karena masih dalam masa perjuangan membesarkan dan memdidik anak-anaknya.
Hmmm….memikirkan pemandangan indah itu membuat saya merasa terhibut dan tidak takut memikirkan masa tua saya nantinya. Semoga Tuhan selalu memberi kedamaian dan kebahagiaan.