Ini pengalaman saya waktu saya selesai meeting dengan kolega saya di Citos, saya menyempatkan diri untuk melihat stand “Lady’s Day”. Karena memang tidak ada maksud untuk belanja, ya saya cuma sekedar lihat dan tanya.
Kejadian yang saya alami adalah ketika saya berhenti dan melihat-lihat di stand sepatu. Saya coba amati beberapa model, dan pada saat itu ada dua orang penjaga stand yang sedang ngobrol. Kemudian mereka seperti saling tunjuk dan kemudian salah satu dari mereka mendatangi saya.
Si mbak ini bertanya “boleh…bu?”
Saya hanya tersenyum menanggapi pertanyaan si mbak. Kemudian saya tanya beberapa hal, dan si mbak menjawab dengan ketus tanpa senyum. Lalu sambil mengucapkan terimakasih saya meninggalkan stand.
Baru satu langkah saya meninggalkan stand, si mbak tadi ngedumel (ngomong ke temannya)..”lu sih…gua bilang juga apa…gua udah bilang kalau ibu itu ga serius….”
Dalam hati saya geli dan sekaligus kasihan dengan pemilik stand tersebut. Seharusnya sebagai pelayan yang handal dia harus bisa membuat orang yang tidak serius menjadi serius atau tertarik untuk membeli.
Itulah masalah UKM…banyak pemilik yang tidak melatih atau membudayakan “ilmu bujuk” kepada para pegawainya. Istilah kerennya “seni menjual”.