Ketika itu kami para dosen sedang duduk bersama sambil membuat obrolan ringan di ruang tunggu menunggu jam mengajar tiba. Seorang dosen yang telah selesai mengajar meluangkan waktunya untuk sholat magrib.
Selesai sholat, pak dosen tiba-tiba berkata “Saya itu sudah salah menduga tentang masa depan saya. Saya sempat membayangkan bahwa saya akan menjadi orang kaya raya karena saya selalu berpredikat JUARA ketika saya duduk di SMP, SMA dan di universitas. Tapi rupanya bayangan saya itu salah dan saya tetap saja seperti ini”, kata dosen itu dengan sambil tersenyum. Dosen yang lainnya termasuk saya cuma bengong dan
mengangguk-angguk. Baru saya mau komentari….eh si pak dosen sudah pamit mau pulang.
Hmmm….pernyataan si bapak cukup menggugah empati.Aku coba renungkan dan berikan sharingku di sini.
Aku selalu memberi motivasi kepada mahasiswaku bahwa nilai bukanlah segalanya. Yang dibutuhkan untuk menjadi sukses adalah kreatifitas-kerja keras-kerja cerdas-network-friendship-kerendahan hati.
Ada anekdot yang selalu kusampaikan ke mahasiswa yaitu
- Berbahagialah anda yang lulus dengan nilai A karena anda akan menjadi tenaga akademisi dan profesor yang hebat
- Berbahagialah anda yang lulus dengan nilai B karena anda akan menjadi CEO dan Professional yang handal
- Berbahagialah anda yang mendapat nilai C atau D karena anda akan menjadi pengusaha yang hebat
Selain itu, yang sering tidak saya temui dalam diri mahasiswa saya adalah VISI dan MISI pribadi mereka. Kebanyakan mereka maunya mengalir saja tanpa tujuan yang jelas. Sangat disayangkan memang. Itu sebabnya saya sangat senang mengajar Entrepreneurship karena saya dapat memasukkan motivasi hidup untuk mereka. Terutama agar mereka mempunyai Visi, Misi dan strategi dalam menjalani kehidupan sehingga langkah mereka untuk mencapai masa depan bisa terarah.
Nah, dalam kasus teman saya (si pak dosen) tersebut, saya melihat bahwa beliau sudah punya visi tetapi visi itu belum jelas dan juga belum didukung misi dan strategi. Sehingga tindakan yang dilakukan tidak selaras dengan visinya.
Jadi betapapun hebatnya kita dimasa muda, kalau kita melewatkan hari-hari tanpa strategi yang jelas dan terukur…bisa dipastikan ketika kita tua, kita hanya bisa bilang…seandainya dulu saya begini, begitu dan sebagainya.
Yuk…..mulai sekarang mari kita ciptakan visi, misi dan strategi dalam sisa waktu hidup kita, belum terlambat kok. Dan mulailah memberikan motivasi dan masukan positif tentang masa depan kepada anak-anak kita.
Salam sukses