Posted by: lyntrias | March 24, 2008

Harga Beras Dunia Naik

Duh….sedih deh….Harga minyak dunia naik diikuti harga beras dunia juga naik. Ga bisa membayangkan bagaimana Indonesia-ku menghadapi masalah ini. Soalnya tidak pernah terlihat langkah preventif terhadap semua sumber daya alam. Bahkan terhadap”beras” yang jadi makananan pokok kita, terlihat tidak ada peran dari pemerintah untuk melakukan peningkatan produksi beras. Jangankan meningkatkan produksi untuk bisa ekspor beras, untuk dikonsumsi sendiri saja tidak cukup, malahan masih impor.

Coba saja perhatikan di sepanjang pantura, banyak areal persawahan yang akhirnya menjadi pomp bensin. Entah, apakah pembangunan pomp bensin itu sudah memperhitungkan ratio jarak antar pomp bensin atau tidak. Yang jelas hampir tiap tahun ada penambahan. Selain itu, banyak insinyur pertanian yang membaktikan diri di kota-kota besar yang alhasil hanya menjadi tenaga salesman.

Semestinya setiap tahun harus dibuka area persawahan atau pertanian baru, bukan hanya mal dan kantor-kantor saja yang dibuka. Kan katanya kita negara agraris, iya kan. Mungkin karena kita semua malu jadi orang desa ya.

Memang sih kata Bulog stock kita masih cukup dan naiknya harga beras dunia hanya berpengaruh 7% saja. (lha…7% kok dibilang hanya…!!!). Tapi siapa sih yang bisa pegang omongan pemerintah. Kalau mereka bilang “tidak” biasanya artinya “iya”. Dan mereka tidak akan pernah berani berkata jujur.

Jadi…siap-siaplah untuk mengencangkan ikat pinggang dan mencari makanan pengganti nasi.

Responses

Halooooo,…. Para Insinyur IPB……
Ini loh, ada nyang bilang begenee…..

Selain itu, banyak insinyur pertanian yang membaktikan diri di kota-kota besar yang alhasil hanya menjadi tenaga salesman.

Hallo para insinyur pertanian!!!
(** Sengaja nge-link ke salah satu insinyur pertanian **)

Sayah ndak tega mbikin Link nya…..

Merujuk Post OPINIKU, sayah ngambil kesimpulan;
Program Swasembada Pangan Indon gagal total karena Insinyur Pertaniannya sibuk jadi sales….

:roll:

Harga beras selalu naik,
tapi kok nasib bapak saya yang petani tulen
gak pernah tambah sejahtera…
ini kepiye to?

Iya nih…bos,
yang bikin bingung lagi, hari ini kompas bilang kita kelebihan produksi beras…. mana mungkin????
Lha wong masih impor…

Puyeng….

Pura-pura gak baca komen yang lain!

Bune, kita ganti makan sagu yuk, kayaknya enak tuh kemaren liat di El Shinta masyarakat Papua. Tapi sagu lauk soto enak gak ya??

Kemarin saya dengar berita sepintas bahwa produksi beras kita surplus… Benar gak ya?

iya nih……..
kita kan negara agraris …. pertanian harus maju . bkn hutan di babat untuk industri saja ,,,tapi kita haruss memperhatikan apabila sawah habis ….hanya tuk perubahan sistem industri ” MaKAN Apa kItA NaNTi Ya”.

Leave a response

Your response:

Categories