Mengapa Perlu Berpuasa

Dalam setiap agama ada anjuran untuk berpuasa dan ada bulan tertentu yang digunakan sebagai bulan berpuasa. Dalam agama Islam ada bulan Ramadhan dan dalam agama Katolik ada bulan Prapaskah. Untuk Hindu ada Hari Nyepi. Peraturan berpuasa dalam setiap agama tentu berbeda, tetapi intinya adalah pertobatan.

Tanggal 3 Maret hingga 14 April 2006 atau selama 40 hari umat Katolik berada dalam masa Prapaskah. Umat Katolik mempunyai peraturan berpuasa yang unik. Gereja hanya mengatur kewajiban minimal, sehingga bila umat ingin melakukan lebih dari kewajiban minimal boleh saja. Berpuasa dalam bentuk puasa jasmani adalah makan kenyang satu kali dalam sehari. Berpuasa diwajibkan pada Hari Rabu Abu (hari pertama masa pertobatan) dan Hari Jumat Agung (hari peringatan wafatnya Isa Almasih). Hari lainnya selama masa itu cukup dengan berpantang. Berpantang disini adalah tidak melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kenikmatan duniawi. Misalnya berpantang jajan, berpantang merokok, berpantang makan daging, dsb.

Ringan sekali ya? Memang, Gereja menginginkan agar umat Katolik mampu melepaskan keterikatannya dari kesenangan duniawi dan keterikatannya dari dosa. Inilah yang sulit dilakukan oleh manusia. Dengan dibantu melalui peraturan berpuasa dan berpantang, diharap umat Katolik menyadari bahwa mereka sekarang berada dalam Masa Prapaskah atau masa pertobatan.

Begitu juga dengan agama yang lain, peraturan berpuasa secara jasmani dimaksudkan agar lebih membantu kita untuk menyadarkan diri dari dosa-dosa dan bertobat. Sehingga pertobatan benar-benar dapat dilakukan.
Salah satu ayat dalam Alkitab yang menjadi pegangan dalam masa prapaskah adalah "koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu". Di sini jelas, bahwa yang lebih diinginkan adalah pertobatan sejati yaitu tidak hanya tampak dari luarnya saja melainkan pertobatan yang sungguh-sungguh.

Disamping itu setiap tahun Keuskupan Agung Jakarta menetapkan tema puasa. Tahun lalu temanya "Adilkah Aku?"… sedangkan tahun 2006 ini bertema "Korupsikah Aku?". Semua tema berciri kalimat interogative dan ditujukan pada diri kita sendiri bukan kepada orang lain.

2 thoughts on “Mengapa Perlu Berpuasa

  1. dewo says:

    Korupsikah kamu?

  2. Menurut kalian salh bawah puasa itu juga sehat agar lemak kita terkontrol maka dari itu kalau kita banyak untuk bepuasa maka kita akan hidup sehad dez bukan bertobat saja doooooooooooong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s