opiniku

Bagaimana Kita Memandang Kekayaan

Posted by: lyntrias on: February 12, 2006

   Pada waktu Anda mengunjungi toko buku pasti Anda akan menemukan buku-buku motivasi yang menyarankan kita untuk menjadi kaya.
   Apakah salah untuk menjadi kaya? Jelas tidak.Namun banyak orang yang menganggap kita berpikiran materialistis kalau kita memikirkan suatu kekayaan. Banyak juga orang yang takut menjadi kaya, dan mereka mencibir cara-cara hidup orang kaya. Banyak orang tidak menyadari bahwa kalau tidak ada orang kaya apa yang mereka jual tidak ada yang beli.
   Jadi di sini harus kita bedakan “Kaya yang Salah” dan “Kaya yang Benar”. Tetapi sebelum kita membedakan hal tersebut, kita harus tahu dulu apa sih definisi dari Kaya.
   Ada dua macam bentuk kekayaan, yaitu Kekayaan Materi dan Kekayaan Moril.
Kekayaan Materi sering kita sebut Kaya secara Financial. Di sini yang kita ukur adalah sungguh-sungguh tingkat kemampuan keuangan kita.
Kekayaan Moril adalah kekayaan hati dan pikiran. Di sini yang kita ukur adalah hal-hal yang bersifat non materi misalnya persahabatan, memiliki rasa cinta, anak-anak yang bahagia, badan yang sehat, pengetahuan yang luas, wajah yang cantik/ganteng, pasangan yang setia, kemurahan hati dsb.
   Dapatkah kita memilih untuk memiliki satu saja dari kedua jenis kekayaan tersebut? Jawabnya tentu saja dapat.
   Dapatkah kita bahagia dengan salah satu dari kedua jenis kekayaan tersebut? Dalam hal ini jawabannya tidak cukup dengan dapat atau tidak. Semuanya tergantung dari bagaimana kita menyikapinya.
Menurut saya sih, selama kita hidup di dunia kita membutuhkan kedua jenis kekayaan tersebut.
   Bagi masyarakat yang hidup di pedalaman atau di pedesaan seringkali ukuran kekayaannya lebih kepada jenis kekayaan Moril. Mungkin karena masyarakat di pedalaman atau di pedesaan hanya memikirkan kebutuhan primer. Tetapi bagi kita hidup di kota sepertinya kita sangat tergantung pada kekayaan financial.
   Mari kita cermati bagaimana kedua jenis kekayaan itu kita butuhkan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Kita mulai saja dulu dari siklus kehidupan yang ketiga yaitu Dewasa.
   Laki-laki atau perempuan dewasa mulai memikirkan untuk menikah dengan pasangan yang dicintai. Pada saat    mereka menemukan calon pasangannya mereka saling berjanji untuk setia dalam suka dan duka, untung dan    malang. Bahkan dalam sebuah syair lagu dangdut disebutkan makan sepiring berdua pun rela.
   Akhirnya pasangan tsb menikah, kemudian mempunyai anak. Waktu terus berlalu, penghasilan bergerak lambat tetapi pengeluaran bergerak lebih cepat. Pasangan tersebut kesulitan untuk mengejar ketertinggalan ekonominya. Akhirnya mereka saling menuduh dan sering terjadi pertengkaran. Cita-cita perkawinan akhirnya kandas. Ilustrasi tersebut bisa dibalik, yaitu ekonomi keluarga sangat baik, tetapi anak-anak terjerumus narkoba, suami/istri tidak setia….
   Ilustrasi singkat ini, hanya contoh kecil dan faktor-faktor yang mempengaruhi hanya sedikit disampaikan, tetapi kalau kita cermati lebih dalam, kita perhatikan kehidupan kita maupun sekitar kita….terlihat bahwa selama masih hidup kita harus bisa mengejar kedua kekayaan tersebut. Tidak bisa hanya salah satu. Bagaimana porsi kedua jenis kekayaan itu, masing-masing orang berbeda. Anda sendirilah yang menentukan.
Yang jelas Kekayaan Financial + Kekayaan moril = Kebahagiaan. Kebahagiaan adalah Kekayaan sesungguhnya. Jika kita sudah mendapatkan kebahagian maka kekayaan kita adalah “Kaya Yang Benar”
Jadi hati-hati lho…jangan sampai kekayaan kita adalah “Kaya Yang Salah”

24 Responses to "Bagaimana Kita Memandang Kekayaan"

“Moril” itu apa sih, Kak?

Hai, Di antara banyak blog yang saya lawati hari ini, blog anda antara yang hebat. Saya akan bookmark blog anda!

Saya ada tips kaya dengan mudah. Peluang dan tips kaya dengan mudah di sini.

Lawatilah bila ada masa lapang :-)

Hai, saya suka membaca blog untuk menambah ilmu dan maklumat. Setiap hari sekurang-kurangnya saya lawat 20 blog. Blog anda adalah antara yang paling menarik untuk hari ni. Keep up the good work!

Terlanjur saya di sini, tahukah anda tips kaya dengan cepat. Sistem Menjana Wang Secara Automatik. RM200,000 dalam masa 35 hari dengan modal hanya RM10! Ini baru REAL!. Peluang dan tips kaya dengan cepat di sini.

Moril sama dengan moral, moral. Jadi kekayaan moril ya sama dengan kekayaan moral. Moral terkesan negatif ya…kalau moril kan engga…hehehe. Trus disamping itu moril jenisnya intangible..sedangkan materil jenis yang tangible.–>

hi, hi, hi! Beautiful site.

Welcome!!! fff pussy

Welcome!!! fff fisting

Welcome!!! fff celebrity

Welcome!!! fff babe

Welcome!!! fff porn

Welcome!!! fff adult

Welcome!!! fff indian

Welcome!!! fff sucking

Welcome!!! fff mature

Welcome!!! fff shaved

Welcome!!! fff other

Welcome!!! fff anal

Welcome!!! fff strip

Welcome!!! FileLink

Welcome!!! henry wolff and nancy hennings tibetan bells

Welcome!!! index

Saya lagi memenuhi pikiran saya tentang kekayaan, saya cukup bingung dengan apa yang dimaksud dengan kaya….karena tidak ada orang di dunia ini yang merasa benar-benar kaya…buktinya banyak orang kaya yang masih harus kerja keras…terus merasa takut kehilangan dsb….menurut saya kaya adalah keadaan di mana kita bisa merasa puas dengan segala hal….tapi inipun juga jarang sekali….memang repot juga kalo dipikir terus….terserah loe deh ….mau kaya mau miskin mau apa….terserah…..(Stress)

berbicara tentang kekayaan……… kita akan buta dengan masalah kaya akan harta benda. tapi memang harta duniawi tak bisa jamin beri kebahagiaan, justru sengsara. karena kaya kita takut kehilangan dan bikin susah tidur. tapi ada satu kekayaan yang tak ternilai yaitu kekayaan batin kan kebijaksanaan. lalu aku kadang bertanya bagaimana kaya itu sendiri? seperti apa arti sesungguhnya dari kaya itu?

Leave a Reply