Posted by: lyntrias | July 6, 2008

Makin Tua Makin Mesra

Hari ini saya mendapatkan beberapa pemandangan yang serupa yang membuat saya tersenyum sambil berpikir bagaimana saya nantinya? Pemandangan yang saya maksud adalah ketika saya mengikuti misa saya merasa dikelilingi oleh pasutri (pasangan suami istri) yang sudah “sepuh”. Ada yang berusia 60an, ada yang 50an bahkan kayaknya salah satu ada yang berusia 70an. Mereka terlihat sangat dekat dan mesra, saling tersenyum, saling berbisik, saling memperhatikan. Rasanya damai sekali melihat pasangan-pasangan itu. Beda dengan kalau saya melihat pasangan muda yang mungkin baru menikah 3-20 tahunan. Jarang ada senyum diwajah mereka.

Rupanya pemandangan itu masih saya dapatkan ketika saya mampir belanja di Superindo - Kalimalang. Saya ketemu 2 pasang pasutri yang mungkin sudah berusia 60an. Mereka saling menuntun, berjalan seakan tidak mau terpisah.

Lalu saya teringat, rasanya saya pernah membaca bahwa semakin senja usia pasangan, semakin mesra pasangan itu. Saya mencoba merenungkan, apa iya ya?  Hmm…tapi masuk akal juga… dan saya temukan kata kuncinya adalah “saling membutuhkan”. Para pasutri yang sudah berusia senja, sudah tidak bisa lagi bebas pergi kemana-mana karena mungkin sudah cepat lelah, mungkin mereka mempunyai penyakit tertentu sehingga membuat mereka merasa lebih nyaman di rumah. Nah kalau sudah begitu, ya…mau bergantung pada siapa lagi kalau bukan pada pasangannya. Selain itu satu hal yang membuat mereka lebih akrab adalah bahwa sekarang ini mereka tidak lagi bersama anak-anaknya, karena anak-anak sudah lepas membentuk keluarga baru. Jadi mereka kembali lagi seperti pengantin baru…dan pikirannya mungkin sudah lepas bebas karena sudah tidak lagi memikirkan kebutuhan anak-anaknya.

Beda dengan pasangan muda, wajah-wajah mereka terlihat tegang, tidak relaks….(kayaknya termasuk saya nich….hehehe). Pasangan muda lebih banyak pikiran…mungkin karena masih dalam masa perjuangan membesarkan dan memdidik anak-anaknya.

Hmmm….memikirkan pemandangan indah itu membuat saya merasa terhibut dan tidak takut memikirkan masa tua saya nantinya. Semoga Tuhan selalu memberi kedamaian dan kebahagiaan.

Posted by: lyntrias | June 16, 2008

Kebenaran Itu Tidak Memihak

Aku senang dan setuju dengan kalimat itu yang ada di iklannya Harian Koran Jakarta (eh…bener ga ya nama hariannya..). Aku sendiri sering dinilai tidak setia kawan. Buat aku, kalau memang kawan tersebut salah ya harus diberitau kalau dia salah. Bahwa dia tidak senang itu salahnya sendiri kenapa dia ga sadar kalau dia salah.

Trus repotnya lagi gini nih…kalau kita punya dua sahabat let say si A dan si B, nah suatu saat kita ga setuju dengan pendapatnya si A dan lebih setuju dengan pendapatnya si B. Kalau sudah seperti ini, kita jadi serba salah…Padahal jelas-jelas si A itu pendapatnya ga bener. Gimana coba?

Ya sudah…akhirnya kalau udah seperti itu aku biasanya minta supaya yang aku anggap salah itu mikir sendiri aja dulu. Trus kalau memang terpaksa harus ribut dan akhirnya dia mau memutuskan persahabatan sih….ya apa boleh buat. Suatu saat kan sadar sendiri and kalau mau come back ya…sahabatan lagi…

cheeeers

Posted by: lyntrias | June 2, 2008

Blueprint Indonesia Inc. Ver. 2.0

Majalah Swa edisi 11/XX/29 Mei - Juni 2008, mengulas tentang Blueprint Indonesia  Inc. Ver.2.0, periode 2010-2030. Di situ ada tabel lompatan Bisnis Nasioanal 2010-2030. Luar biasa!!! Indonesia akan menuju 10 besar ekonomi dunia dan mentargetkan di urutan ke 6 atau 7.

Saya senang sekali melihat hal ini. Memang rancangan atau visi ini bukan hal yang baru. Tapi melihat data yang disajikan dan dasar pemikirannya, saya rasa ini bukan hal yang mustahil. Saya yakin meskipun sekarang ini keadaan Indonesia morat-marit, tetapi kalau semua pihak ikut memikirkan bagaimana cara mencapai visi tersebut, mungkin tidak perlu waktu 20 tahun untuk mencapainya. Kalaupun baru tercapai di tahun 2030 saya berharap masih bisa menikmatinya.

Yang terpenting sekarang, bagaimana visi itu sampai ke seluruh rakyat Indonesia bukan hanya ke pembaca Swa atau kalangan atas. Biar bagaimanapun seluruh rakyat Indonesia harus ikut ambil bagian untuk mewujudkan visi ini. Menurut saya sosialisasi visi ini harus segera dimulai dan bisa dilakukan melalui kelompok-kelompok  masyarakat. Yang jelas setiap partai politik harus mendukung visi ini dan masing-masing membuat strategi pencapaiannya. Karena yang saya rasakan selama ini, partai-partai politik cuma bisa ber-retorika tanpa hasil.

Selain itu juga Visi ini harus mengakar di benak setiap dosen dan mahasiswa. Dosen dan Mahasiswa adalah pribadi-pribadi yang dewasa dan sudah mampu berpikir sistematis. Mereka harus menyikapi Visi tersebut secara positif dan ikut ambil bagian untuk mewujudkannya.

Kemudian juga visi ini harus tertanam dalam benak para entrepreneur, dimana peran mereka sangat penting dalam pergerakan ekonomi bangsa dan peningkatan PDB. Sehingga seluruh kegiatan dan strategi bisnis para entrepreneur besar maupun kecil mengarah pada visi tersebut.

Satu hal yang membahagiakan saya, di ulasan tersebut juga ditulis 13 Mentalitas yang dibutuhkan untuk mencapai visi tersebut, yaitu Mandiri, Berpendidikan Maju, Visioner, Berorientasi Persatuan, Berkeadilan Sosial, Punya Kepedulian Sosial, Berjiwa Entrepreneur, Peduli Lingkungan, Kreatif dan Inovatif, Berdaya Saing di Tingkat Global, Berbudaya Bersih KKN, Berakhlak Baik, Siap Berubah. Kalau kita memiliki 13 mentalitas itu, berarti kita adalah salah satu aktor yang akan berperan dalam skenario perwujudan Visi bangsa Indonesia.

Salam nasionalisme!!!

Posted by: lyntrias | April 18, 2008

Pelayan Tidak Bisa Melayani

Ini pengalaman saya waktu saya selesai meeting dengan kolega saya di Citos, saya menyempatkan diri untuk melihat stand “Lady’s Day”. Karena memang tidak ada maksud untuk belanja, ya saya cuma sekedar lihat dan tanya.

Kejadian yang saya alami adalah ketika saya berhenti dan melihat-lihat di stand sepatu. Saya coba amati beberapa model, dan pada saat itu ada dua orang penjaga stand yang sedang ngobrol. Kemudian mereka seperti saling tunjuk dan kemudian salah satu dari mereka mendatangi saya.
Si mbak ini bertanya “boleh…bu?”
Saya hanya tersenyum menanggapi pertanyaan si mbak. Kemudian saya tanya beberapa hal, dan si mbak menjawab dengan ketus tanpa senyum. Lalu sambil mengucapkan terimakasih saya meninggalkan stand.
Baru satu langkah saya meninggalkan stand, si mbak tadi ngedumel (ngomong ke temannya)..”lu sih…gua bilang juga apa…gua udah bilang kalau ibu itu ga serius….”

Dalam hati saya geli dan sekaligus kasihan dengan pemilik stand tersebut. Seharusnya sebagai pelayan yang handal dia harus bisa membuat orang yang tidak serius menjadi serius atau tertarik untuk membeli.
Itulah masalah UKM…banyak pemilik yang tidak melatih atau membudayakan “ilmu bujuk” kepada para pegawainya. Istilah kerennya “seni menjual”.

Posted by: lyntrias | April 17, 2008

Ngga PeDe..???

Sering terjadi kita merasa tidak percaya diri, menganggap diri tidak mampu, menganggap diri bodoh dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Pertanyaannya adalah benarkah yang kita demikian? Sebenarnya apa yang membuat kita merasa tidak percaya diri? Siapa kita dan bagaimana sikap kita, sangat tergantung dengan apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri. Sehingga manifestasinya bermacam-macam yaitu sikap rendah diri, sikap sombong, sikap arogan, sikap percaya diri, dll.

Ketika kita merasa tidak percaya diri itu adalah karena kita terlalu terfokus pada kelemahan atau kekurangan kita. Masih baik jika kita berupaya untuk mengatasi kelemahan atau kekurangan kita. Yang sering terjadi justru kita terus menerus memikirkan kelemahan dan kekurangan kita dan menyesalinya tanpa melakukan upaya untuk mengatasinya.

Cobalah mulai fokus pada kelebihan dan kekuatan yang kita miliki dan memanfaatkannya untuk membangun kepribadian yang penuh dengan keyakinan dan percaya diri. Tidak ada salahnya kita melakukan SWOT Analisis diri, untuk kemudian merumuskan langkah strategis yang diperlukan.

Salam

Posted by: lyntrias | April 14, 2008

Juara Kelas Kok Ngga Kaya ?

Ketika itu kami para dosen sedang duduk bersama sambil membuat obrolan ringan di ruang tunggu menunggu jam mengajar tiba. Seorang dosen yang telah selesai mengajar meluangkan waktunya untuk sholat magrib.

Selesai sholat, pak dosen tiba-tiba berkata “Saya itu sudah salah menduga tentang masa depan saya. Saya sempat membayangkan bahwa saya akan menjadi orang kaya raya karena saya selalu berpredikat JUARA ketika saya duduk di SMP, SMA dan di universitas. Tapi rupanya bayangan saya itu salah dan saya tetap saja seperti ini”, kata dosen itu dengan sambil tersenyum.  Read More…

Posted by: lyntrias | March 24, 2008

Harga Beras Dunia Naik

Duh….sedih deh….Harga minyak dunia naik diikuti harga beras dunia juga naik. Ga bisa membayangkan bagaimana Indonesia-ku menghadapi masalah ini. Soalnya tidak pernah terlihat langkah preventif terhadap semua sumber daya alam. Bahkan terhadap”beras” yang jadi makananan pokok kita, terlihat tidak ada peran dari pemerintah untuk melakukan peningkatan produksi beras. Jangankan meningkatkan produksi untuk bisa ekspor beras, untuk dikonsumsi sendiri saja tidak cukup, malahan masih impor.

Coba saja perhatikan di sepanjang pantura, banyak areal persawahan yang akhirnya menjadi pomp bensin. Entah, apakah pembangunan pomp bensin itu sudah memperhitungkan ratio jarak antar pomp bensin atau tidak. Yang jelas hampir tiap tahun ada penambahan. Selain itu, banyak insinyur pertanian yang membaktikan diri di kota-kota besar yang alhasil hanya menjadi tenaga salesman.

Semestinya setiap tahun harus dibuka area persawahan atau pertanian baru, bukan hanya mal dan kantor-kantor saja yang dibuka. Kan katanya kita negara agraris, iya kan. Mungkin karena kita semua malu jadi orang desa ya.

Memang sih kata Bulog stock kita masih cukup dan naiknya harga beras dunia hanya berpengaruh 7% saja. (lha…7% kok dibilang hanya…!!!). Tapi siapa sih yang bisa pegang omongan pemerintah. Kalau mereka bilang “tidak” biasanya artinya “iya”. Dan mereka tidak akan pernah berani berkata jujur.

Jadi…siap-siaplah untuk mengencangkan ikat pinggang dan mencari makanan pengganti nasi.

Posted by: lyntrias | February 26, 2008

RAT XXII Koperasi Bina Seroja

sampul-rat.jpgMinggu 23 Februari 2008, saya menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Bina Seroja. Ini merupakan keikutsertaan saya yang kedua dalam RAT karena saya baru menjadi anggota koperasi ini awal tahun 2007. Saya senang dan merasa wajib menghadiri RAT karena koperasi ini adalah milik saya. Sebagaimana prinsip koperasi, RAT adalah jenjang tertinggi dalam struktur organisasi koperasi, karena anggota adalah juga pemilik dari Koperasi. Lebih jauh mengenai perkoperasian akan saya ulas tersendiri lebih lanjut.

Koperasi Bina Seroja adalah salah satu Koperasi Kredit (Kopdit) yang tergabung dalam wadah Credit Union (CU) yang bermarkas di Jerman yang tetap memperhatikan asas perkoperasian yang telah dicanangkan pada Kongres Koperasi 12 Juli 1947. Kopdit Bina Seroja yang pada awal berdirinya hanya beranggotakan 20 orang, saat ini telah mencapai 1296 orang dengan total asset lebih dari 16milyard. Read More…

Posted by: lyntrias | February 13, 2008

Ibu Koordinator Kopertis II Palembang

Saya sangat terkesan dengan sosok Prof. Chuzaimah Dahlan Diem, M.L.S., Ed.D. Beliau sangat ramah dan low profile. Kedatangan Tim Sisfo Kampus disambut dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Saya melihat dalam diri beliauibu-koordinator.jpg semangat pelayanan yang sungguh-sungguh.

Keinginan beliau untuk memajukan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kopertis II terlihat nyata dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Termasuk salah satunya keberaniannya mengambil tindakan-tindakan yang beresiko tinggi terhadap keuangan kopertis, karena beliau memulai semua pekerjaan-pekerjaan pengembangan IT tanpa menunggu turunnya dana dari Dikti.

Meskipun beliau sudah hampir memasuki usia masa pensiun, namun semangatnya tetap tinggi dan beliau terlihat sangat enerjik.

Selamat berkarya terus Ibu. Semoga Kopertis II Palembang semakin maju di bawah pimpinan Ibu.

Posted by: lyntrias | February 13, 2008

Sungai Musi dan Jembatan Ampera

Sungai Musi malam hari kata orang itulah wajah Palembang…cantik mempesona. Tentunya aku tidak maucimg0203_resize.jpg melewatkan cimg0220_resize.jpgmalam hari begitu saja. Meskipun tadinya aku sempat ragu untuk keluar karena harus mempersiapkan diri untuk berseminar besok dan Siska yang maniak bola tidak mau melewatkan tayangan final PSMS dan Sriwijaya.

Akhirnya dibantu oleh pak Sarijan driver Kopertis II Palembang, aku dan Siska  (pak Sofian ga ikut karena ada meeting)berkeliling kota Palembang dan ngepos di bawah Jembatan Ampera. Rupanya di situ sedang ada acara nonton bareng pertandincimg0214_resize.jpggan final Sriwijaya dan PSMS. cimg0199_resize.jpgHmm….tanpa ragu-ragu Siska yang maniak bola langsung aja nongkrong nonton bareng.

Tapi sebelumnya sempat foto-foto di Rumah Sultan yang sekarang jadi museum, trus patung Ganesha dan patung Buddha.
Lihat aja nih foto-fotonya…Palembang dan yang difoto memang cantik mempesona.

Besoknya aku dan Siska cerita ke pak Sofian…hehehe…pak Sofian bilang ..”dasar anakcimg0215_resize.jpg-anak bandel…orangtua lagi Di Patung Buddhameeting trus buru-buru balik hotel karena mikirin dua wanita….eh!! malah ngelayap ga bilang-bilang….” (soalnya pak Sofian balik hotel ngebel ke kamar kami kok ga ada jawaban….dikira tidur ga taunya kabuuur…)

Older Posts »

Categories